Cinema XXI Bukukan Pendapatan Rp2,6 Triliun dan Laba Bersih Rp201 Miliar
JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk. (“Perseroan”) (Cinema XXI, kode saham: CNMA) mencatatkan kinerja positif pada semester I 2026 dengan meraih pendapatan sebesar Rp2,6 triliun. Perseroan juga membukukan EBITDA Rp708,2 miliar serta laba bersih Rp201 miliar, mencerminkan kinerja operasional yang tetap solid di tengah tantangan ekonomi global maupun domestik.
Performa Cinema XXI turut menunjukkan perbaikan pada kuartal II 2026. Pendapatan meningkat sekitar 40%, dari Rp1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal II. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh naiknya jumlah penonton dari sekitar 15,5 juta di kuartal I 2026 menjadi 21,9 juta di kuartal II 2026, didukung penambahan layar bioskop serta hadirnya berbagai film baru yang menarik minat masyarakat.
Kondisi ini mendorong pendapatan penjualan tiket bioskop meningkat 38% dari Rp665,3 miliar menjadi Rp919,4 miliar. Sementara itu, pendapatan penjualan makanan dan minuman tumbuh 48% dari Rp357,6 miliar pada kuartal I menjadi Rp528,8 miliar pada kuartal II 2026.
BACA JUGA: Cinema XXI Kembali Raih Gelar Indonesia’s Best Managed Companies dari Deloitte untuk Ketiga Kalinya
Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman mengatakan, “Capaian Perseroan pada semester pertama tahun 2026 mencerminkan konsistensi pelaksanaan strategi bisnis dan disiplin operasional Cinema XXI. Perseroan berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan berkualitas dan inovasi yang relevan. Ke depan, Perseroan akan terus memperkuat fundamental bisnis, mengoptimalkan berbagai potensi lini pendapatan (revenue stream), serta memperluas jangkauan layanan demi memberikan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan Perseroan secara berkelanjutan.”
Kontribusi pendapatan Cinema XXI pada semester pertama 2026 ditopang oleh penjualan tiket bioskop sebesar Rp1,6 triliun atau sekitar 60,2% dari total pendapatan, penjualan makanan dan minuman sebesar Rp886,3 miliar atau sekitar 33,7% dari total pendapatan. Pendapatan lainnya yang berasal dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara berkontribusi sebesar 6,1% dari total pendapatan, atau sebesar Rp160,2 miliar.
Melalui ekspansi yang selektif ke wilayah-wilayah potensial, Perseroan telah membuka 2 lokasi baru dengan total tambahan 7 layar, yakni Ciplaz Cipanas XXI dan 23 Semarang XXI pada semester I 2026. Dengan demikian, hingga 30 Juni 2026 Perseroan telah mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar yang tersebar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.
Ragam Film Nasional dan Internasional Raih Jutaan Penonton
Semester I 2026 menunjukkan tren positif bagi industri perfilman nasional. Pada semester pertama 2026, film nasional mendominasi lebih dari 65% dari total penonton di Cinema XXI, mencerminkan apresiasi masyarakat terhadap karya sineas Indonesia.
Sebanyak 17 film, baik nasional maupun internasional yang tayang perdana pada periode Januari–Juni 2026 berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton di seluruh jaringan bioskop Indonesia. Jumlah ini lebih banyak jika dibandingkan periode yang sama di tahun 2025, di mana film yang meraih lebih dari 1 juta penonton sebanyak 15 film.
"Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional diapresiasi oleh penonton. Hal ini memotivasi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan yang prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional," tutup Suryo.
Tentang Cinema XXI
Cinema XXI berada di bawah naungan PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk, merupakan kelompok bioskop terbesar di Indonesia dengan pengalaman lebih dari 38 tahun di industri pertunjukan film. Cinema XXI berkomitmen untuk senantiasa memberikan pengalaman dan kenyamanan menonton dengan kualitas terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sampai dengan 30 Juni 2026, Cinema XXI telah mengoperasikan 269 bioskop dengan total 1.395 layar di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.
Di tahun 2006, Cinema XXI melahirkan m.tix untuk memfasilitasi pemesanan tiket bioskop melalui pesan teks yang kemudian dikembangkan menjadi aplikasi berbasis seluler. Di tahun 2012, Cinema XXI menghadirkan pengalaman menonton dengan teknologi revolusioner, yaitu teater IMAX. Untuk menyempurnakan pelayanan kepada penonton, bioskop juga telah hadir dengan sistem audio mutakhir "Dolby Atmos" yang kini tersedia di 88 layar Cinema XXI.
Bukan hanya tempat untuk menonton film, tetapi juga rumah kedua untuk menikmati waktu berkualitas bersama keluarga dan teman.
Cinema XXI menghadirkan pengalaman menonton yang tak terlupakan untuk hari ini dan esok. Selama tiga tahun berturut-turut pada 2017, 2018, 2019 Cinema XXI telah dianugerahi "World Branding Award" di Kensington, London sebagai Merek Terbaik dalam Kategori Bioskop Hiburan (skala Nasional). Di awal 2019, Cinema XXI juga telah dianugerahi "Millennials Top Brand Awards" oleh salah satu media pilihan generasi muda Indonesia sebagai pilihan pertama millenials untuk kategori jaringan cinema terkemuka di Indonesia. Tidak berhenti di sana, terlepas dari kondisi pandemi yang dialami, di tahun 2020, Cinema XXI telah dinobatkan sebagai “Industry Champion of The Year” oleh Asia Corporate Excellence and Sustainability (ACES) Awards dan “Indonesia Best Managed Company” oleh Deloitte Indonesia di tahun 2023, 2024 dan 2025. Selain itu, Cinema XXI juga dianugerahi CineAsia APAC Achievement Award dari International Cinema Technology Association (ICTA) dan CineAsia pada 2024.
https://www.cinema21.co.id/
https://21cineplex.com/
