Buka Co Working Space untuk Mencetak Wirausahawan

Asih - Rabu, 05 Februari 2020 20:25 WIB
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih (kanan) melihat produk-produk yang ada di Co Working Space Unair. undefined

Jumlah entrepreneur di Indonesia sangat sedikit dibandingkan negara tetangga. Jumlahnya di Indonesia tidak lebih dari 2 persen dari total jumlah penduduk yang ada. Sehingga memang dibutuhkan kerjasama yang bagus antar pihak untuk menumbuhkan wirausahawan-wirausahawan baru sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru.

Karena itu, Universitas Airlangga (Unair) selaku lembaga pendidikan merasa tertantang dan bertanggungjawab untuk menciptakan pengusaha-pengusaha baru agar bisa menggerakkan perekonomian. Salah satu caranya dengan membuka Co Working Space Inkubator Bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Kampus B Dharmawangsa Surabaya pada Selasa (4/2/2020).

Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih membuka secara langsung Co Working Space itu. Guru Besar dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unair itu mengatakan, tempat itu dibuka untuk melengkapi fasilitas pendidikan yang dimiliki. Sehingga, perkuliahan yang dilakukan tidak hanya sekadar materi dalam kelas namun juga praktik-praktik lapangan yang justru lebih dianggap cepat meningkatkan keahlian para mahasiswa. “Pengembangan bisnis berkaitan yang erat dengan distribusi modern itu, kita fasilitasi. Kali ini kita mendorong itu dengan menyiapkan Coworking Space,” ungkap Nasih usai pembukaan.

Tak hanya untuk pembelajaran mahasiswa saja, lebih spesial lagi, fasilitas yang disediakan itu dapat digunakan oleh mitra pengembangan bisnis Unair dan warga tanpa pungutan biaya. Menurutnya, sasaran terhadap masyarakat ini juga sangat penting untuk mengembangkan usaha yang telah atau ingin diwujudkan namun masih kesulitan karena banyak hambatan. “Kali ini kita mendorong Merdeka Belajar dengan menyiapkan coworking space. Ruang di mana kita bisa berkreasi dan berdiskusi. Bukan hanya mahasiswa tapi juga masyarakat yang membutuhkan pembinaan kita. Kita bisa fasilitasi di sini," ujarnya.

Karena itu, dalam gedung tersebut nanti akan tersedia orang-orang yang berkompeten untuk bisa memberi konsultasi pengembangan usaha yang dimaksimalkan dengan fasilitas pendukung. Dengan semua dukungan yang diberikan, ia berharap akan muncul entrepreneur muda dan baru agar dapat menekan angka kemiskinan. Sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bagikan

RELATED NEWS