BI Jawa Timur Berhasil 'Tarik' Rp 436 Juta Uang Koin Rupiah

Asih - Senin, 20 Januari 2020 06:07 WIB
Petugas BI sedang menghitung jumlah koin rupiah yang ditukar warga. undefined

Program Peduli Koin Rupiah yang digagas Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Jawa Timur mendapat respon positif dari masyarakat. Kegiatan penukaran uang koin yang digelar di kantor BI, Minggu (19/1/2020),berhasil mengumpulkan uang koin sebanyak Rp 436.861.800. Nilai penukaran terbesar adalah Rp 16.800.000 dari SD Dr. Soetomo 5 Surabaya.

Untuk program ini, BI bekerjasama dengan 20 perbankan di Jawa Timur dengan melibatkan sekolah-sekolah dasar yang ada di Kota Surabaya.

Walau masih belum memenuhi target BI sebesar Rp 1,7 miliar tapi kegiatan yang baru pertama kali digelar ini cukup membuat masyarakat berbondong-bondong menukarkan uang koinnya yang sudah lama mereka tabung dalam celengan.

"Kegiatan ini sebagai wujud kepedulian BI terhadap peredaran uang logam yang cenderung idle atau diam mengendap di masyarakat," ujar Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah.

Selama 2019, KPw BI Jatim mengedarkan Rp 39,077 miliar uang logam kepada masyarakat, namun hanya 0,41%-nya atau Rp 164 juta yang kembali ke BI. Hal ini menunjukkan bahwa ada sekitar Rp 38 miliar uang logam yang tidak berputar di masyarakat. "Padahal, jika uang ini berputar, akan mampu mendorong perekonomian Jawa Timur,” jelas Difi.

Hal serupa diungkapkan oleh Emil E. Dardak, Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur. Dikatakan Emil, ibarat makan nasi saja harus dihabiskan sampai butir terakhir, begitupula dengan uang Rupiah.

Setiap rupiah kita merupakan rezeki yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Uang logam sekecil apapun nilainya, harus tetap dimanfaatkan dalam transaksi. Kalau koin tercecer tidak diperhatikan, maka dapat membuat perekonomian mandeg,” jelas Emil.

Dituturkan oleh Difi, kebutuhan terhadap uang logam sebetulnya cukup tinggi, mengingat dunia usaha, khususnya retail membutuhkan uang logam dalam melayani transaksi dengan masyarakat.

“Kami mengapresiasi gerai retail yang tidak menggunakan permen sebagai kembalian transaksi, namun menggunakan uang logam. Hal ini tentu akan mendorong perekonomian Jawa Timur,” tutur Indah Kurnia, Anggota Komisi XI DPR RI pada kesempatan yang sama.

Amanlison Sembiring, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jatim sekaligus Ketua Pelaksana Peduli Koin Rupiah mengatakan uang koin yang terkumpul pada hari ini akan dipilah oleh Bank Indonesia. “Uang yang layak edar akan didistribusikan kembali ke masyarakat melalui perbankan,” jelasnya.

Tidak hanya penukaran uang logam, pada kegiatan Peduli Koin Rupiah juga diselenggarakan berbagai kegiatan lainnya. Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Kota Surabaya, diselenggarakan lomba desain tote bag bagi siswa SD dan lomba cerdas cermat bagi siswa SMP.

Selain itu, diselenggarakan pula lomba ibu kreatif memasak, bazaar bahan pokok, food bazaar dari aneka start up kuliner di Surabaya serta Festival Buku Murah. Dan juga hadir Pasha Ungu sebagai bintang tamu.

Pada kesempatan tersebut, Bank Indonesia juga mengimbau masyarakat, perbankan dan dunia usaha untuk terus menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai standar QR code pembayaran di Indonesia.

“Sebelumnya, merchant perlu memiliki banyak QR Code untuk melayani berbagai aplikasi, namun sejak 1 Januari 2020 merchant cukup memiliki 1 QR yaitu QRIS yang dapat dibaca oleh berbagai aplikasi pembayaran,” jelas Difi.

Bagikan

RELATED NEWS