Bantu UMKM Bisa Bersaing, Hipmikimdo Kembangkan Ukmpedia.online

Asih - Selasa, 21 Januari 2020 13:40 WIB
Aplikasi ukmpedia.online yang bisa dimanfaatkan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) agar mampu untuk bersaing. undefined

Usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Indonesia sudah diakui menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. UMKM terbukti mampu bertahan di tengah kondisi krisis ekonomi. Di Indonesia, jumlah UMKM ini sudah mencapai puluhan juta. Dan di Jawa Timur sendiri sudah menyentuh angka 9,7 juta.

Karena itu, sejumlah pihak terus berlomba-lomba mendorong pengembangan UMKM. Termasuk Himpunan Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Jatim. Berbagai upaya demi memperkenalkan produk buatan pelaku usaha kecil itu terus digenjot seiring dengan revolusi industri 4.0.

Ketua DPD Hipmikimdo Jatim Bambang Wahyuono mengatakan ada beberapa upaya yang akan dilakukan Hipmikimdo demi membantu para UMKM agar tidak kalah saing di 2020 ini. Salah satunya memanfaatkan teknologi digital.

Menurut Bambang, konsep digitalisasi disertai dengan kreativitas yang tinggi jadi syarat mutlak apabila UMKM ingin semua produknya bisa menjangkau pasar lebih luas.

”Sejak tiga bulan terakhir ini kami telah mengembangkan ukmpedia.online. Website tersebut bisa dimanfaatkan oleh semua anggota Hipmikimdo Jatim yang saat ini jumlah anggotanya mencapai 2 ribuan,” papar Bambang.

Namun dia mengakui sampai sekarang belum semua anggotanya terdaftar ke dalam ukmpedia.online. Sampai saat ini baru 200 UMKM yang telah memanfaatkan fasilitas tersebut. Penyebab utamanya, masih minimnya pelaku usaha mikro dan kecil yang paham terhadap online.

”Makanya kami terus dampingi mereka agar semuanya mau menggunakan website itu,” kata Bambang.

Dari semua UMKM yang telah terdaftar di website, mayoritas bergerak di bidang kuliner. ”Kami juga anjurkan mereka untuk memproduksi makanan-makanan yang sedang diminati pasar, contohnya healthy food,” lanjut Bambang.

Tak hanya sekedar produk enak, namun yang masuk ke ukmpedia.online juga harus memiliki kemasan yang lengkap. Seperti ada tanggal kadaluarsanya, ada BPOM dan juga PIRT.

Selain itu, dia juga gencar mendorong anggotanya untuk masuk pasar ekspor. Bambang menuturkan, dari total 2 ribu UMKM di bawah naungan Hipmikimdo, yang sudah melakukan penjualan ke luar negeri masih sangat kecil. Tidak sampai 10 UMKM. Padahal yang potensial sebenarnya banyak.

”Kami tak henti-hentinya mengadvokasi mereka agar terus meningkatkan kualitas produk supaya bisa diterima di market ekspor. Kami juga mulai mendata pengembangan klaster produk orientasi ekspor yang kemudian kami dampingi,” terang Bambang.

Di balik potensi perkembangan UMKM yang besar, namun nyatanya kalangan tersebut masih memiliki beberapa persoalan yang menghantui sampai sekarang. Salah satunya terkait pembiayaan. Tidak sedikit yang masih kesulitan untuk mengembangkan bisnisnya karena terbentur dana.

”Rencananya pemerintah tahun ini akan mengucurkan plafon KUR sampai Rp 200 triliun, kami sangat berharap itu bisa terlaksana. Karena dampaknya pasti akan luar biasa,” tegasnya.

Bagikan

RELATED NEWS