BANTU 600 PAKET SEMBAKO UNTUK KORBAN SEMERU
SURABAYA I halosurabaya.com - Bantuan kepada korban letusan Gunung Semeru terus berdatangan. Salah satunya dari Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Jawa Timur. Badan ini menyalurkan bantuan berupa 600 paket sembako. Sasarannya para korban letusan Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang.
Sekretaris Perusahaan Petrokimia Gresik, Yusuf Wibisono dalam siaran pers mengatakan Petrokimia Gresik sebagai Koordinator Satgas Tanggap Bencana Nasional BUMN Jawa Timur mendapat amanah dari Menteri BUMN untuk senantiasa tanggap dengan apapun kondisi luar biasa yang terjadi di Jawa Timur. Termasuk, kata dia, juga terkait kebencanaan seperti letusan Gunung Semeru yang membutuhkan kepedulian banyak pihak untuk proses penanganan pada saat dan pascabencana.
"Keprihatinan mendalam kami haturkan kepada warga Jatim, khususnya Kabupaten Lumajang yang tengah diterpa bencana. Kami merasa terpanggil untuk membantu saudara-saudara yang menjadi korban sesegera mungkin," kata Yusuf.
Ia mengatakan, bantuan ini merupakan tahap awal yang diberikan Petrokimia Gresik dan bentuknya telah disesuaikan dengan kebutuhan korban saat ini, berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat. Adapun setiap paket sembako yang disalurkan untuk para korban antara lain berisi beras (5 kg), minyak (2 liter), mi instan (3 bungkus), dan air mineral 600 ml (1 botol).
Selain itu juga masker satu boks, karena erupsi Gunung Semeru menimbulkan abu yang sangat pekat, sehingga bantuan masker ini diharapkan dapat meminimalisasi para korban dari kemungkinan gangguan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Atas).
"Selanjutnya bersama dengan BUMN Wilayah Jawa Timur kami berencana akan kembali memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan pada saat penanganan bencana, termasuk pemulihan," kata Yusuf.
Sementara itu, dampak letusan Gunung Semeru dirasakan di delapan desa dari dua kecamatan di Lumajang, yaitu Desa Sumber Wulu, Sumber Mujur, Penanggal, Candipuro dan Sumber Rejo, Kecamatan Candipuro. Sedangkan pada Kecamatan Pronojiwo ada tiga yaitu Desa Supiturang, Sumber Urip, dan Oro Oro Ombo. (*)
