36 ANAK DI SURABAYA TERSERANG COVID-19
Covid-19 di Kota Surabaya bukan hanya menyerang orang dewasa. Tapi itu juga sudah menyebar kepada anak-anak antara usia 0-18 tahun. Bahkan jumlahnya tak sedikit, ada 36 kasus.
Dengan rincian usia 0-2 tahun ada dua, usia 3-6 tahun ada 12, usia 7-12 tahun ada delapan, usia 13-15 tahun ada satu dan usia 16-18 tahun ada 13 orang."Rata-rata kasus aktif yang ditemukan pada anak-anak ini tanpa gejala," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara Kamis.
Febri, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa rata-rata kasus aktif pada anak usia 0 hingga 12 tahun terpapar dari orang tua. Kemungkinan para orang tua itu ketika dari luar rumah atau pulang kerja tidak langsung membersihkan diri sebelum menyapa mereka.
Untuk anak usia 13-18 tahun, lanjut dia, terpapar karena kurang sadarnya pengetahuan akan protokol kesehatan. Oleh karena itu, Febri menyatakan bahwa hal ini perlu diantisipasi bersama oleh para orang tua. Sebab, kata dia, meski usia masih muda, mereka juga sangat rentan terpapar Covid-19.
"Anak-anak muda ini perlu nantinya diantisipasi kesadaran protokol kesehatan. Meskipun masih muda, sangat rentan sekali penularan," katanya.
Dinkes Surabaya juga mencatat, terkait positivity rate atau tingkat penularan Covid-19 yang ada di Kota Surabaya berdasarkan data kumulatif hingga 21 Juni 2021 berada di angka 19 persen. Positivity rate sendiri sifatnya berlangsung secara dinamis. Febri mencontohkan, ketika memasuki pekan ke-65, antara 7-13 Juni 2021, tingkat penularan di Surabaya sekitar 10,73 persen. Kemudian terjadi peningkatan ketika masuk pada pekan ke-66, antara 14-20 Juni 2021 berada di angka sekitar 21 persen. Namun, ketika memasuki pekan ke-67, menurun menjadi 19 persen. Meski demikian, sebelum 4 Juni 2021, tingkat penularan di Surabaya pernah mencapai 4-7 persen.
"Ini semua kami berharap dengan disiplin protokol kesehatan, 5 M diterapkan secara disiplin. Maka kita bisa menekan angka Covid-19 yang di Kota Surabaya. Karena kami juga di pemkot sedang memaksimalkan vaksin untuk warga, masyarakat umum," katanya. (*)
