2021 Intiland Optimistis Pasar Perkantoran Kembali Tumbuh

Asih - Selasa, 09 Februari 2021 02:32 WIB
Harto Laksono (Direktur Pemasaran Intiland) meninjau unit contoh Family Office yang berlokasi di Spazio Tower Surabaya,beberapa waktu lalu.  undefined

Pandemi covid-19 berdampak besar pada sektor property, salah satunya pasar perkantoran. Lesunya daya beli masyarakat menjadi salah satu faktor turunnya demand terhadap ruang perkantoran sepertihalnya residensial tapak dan apartemen.

Namun demikian setelah semester II tahun 2020, beberapa industry yang survive tetap mengembangkan usahanya dan butuh ruang kantor. Ada beberapa jenis usaha baru seperti IT, features, kesehatan, manufaktur dan ekspedisi juga usaha yang dikembangkan anak muda pada muncul. Karenanya usaha-usaha ini yang pada tahun 2020 mengerem untuk ekspansi, tahun 2021 ini mulai kembali membutuhkan ruang perkantoran.

Harto Laksono Direktur Pemasaran PT Intiland Grande, anak usaha perseroan untuk pengembangan di Surabaya mengatakan survey terbaru bekerja di kantor masing lebih efektif disbanding work from home. Karenanya banyak usaha tetap membutuhkan ruang kantor karena lebih produktif.

“Kita tetap optimistis dengan konsep perkantoran yang berbeda dengan kebanyakan ruang kantor yang ada di Surabaya. Misalnya ruang terbuka lebih 60 persen, konsep gedung berbeda, koridor yang nyaman dan AC tidak sentral. Sehingga bisa dioperasikan sesuai kebutuhan,” jelas Harto Laksono.

Harto Laksono menambahkan nilai sewa 125 ribu m2 per bulan. Dan pada tahun 2021 ini, pasar mulai naik dan mulai awal tahun sudah siapkan program untuk menarik tenant datang dan memiih Spazio. Penyediaan co working space, selama ini sudah ada di Spazio dan Intiland Tower. Perkembangan co working space okupansi 90 persen.

“Intiland memperkuat komitmennya menghadirkan produk properti unggulan yang aman serta mendukung gaya hidup sehat bagi masyarakat. Di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, Perseroan merasa kebutuhan terhadap area perkantoran yang sehat dan nyaman menjadi tren baru kebutuhan masyarakat dan dunia bisnis secara luas khususnya di Surabaya.”

Harto menambahkan perseroan saat ini memiliki beberapa portofolio gedung perkantoran di Surabaya, dimana dua gedung terletak di pusat kota, yaitu Intiland Tower dan Praxis, serta dua gedung lainnya terletak di pusat bisnis Surabaya Barat yaitu Spazio dan Spazio Tower.

“Tingkat permintaan pasar perkantoran sempat mengalami kontraksi dan penurunan sejak tahun lalu saat terjadi masa pandemi Covid-19. Namun pada awal tahun 2021, ada signalemen permintaan ruang perkantoran di Surabaya berangsurangsur mengalami tren positif. “

Salah satunya terjadi pada Spazio Tower, gedung perkantoran stratatitle yang dikembangkan oleh perseroan yang berhasil diserap pasar dengan cukup baik. “Hingga saat ini, unit-unit kantor di Spazio Tower telah terjual sebanyak 70 persen sejak diluncurkan dan sebagian besar unitnya telah diserahterimakan kepada pembeli. Terdapat lebih dari 60 persen dipakai sendiri oleh pemilik,” ujar Harto.

Beberapa perusahaan berskala nasional dan multinasional telah berkantor di Spazio Tower, baik di bidang manufaktur, supplier, digital start-up, dan lain sebagainya. Bahkan terdapat satu perusahaan menempati area kantor seluas satu lantai di gedung ini.

Harto menjelaskan target pasar pembeli Spazio Tower memang sebagian besar adalah para pengguna akhir atau end user. Mereka mayoritas adalah para pemilik perusahaan atau pabrik di kawasan Surabaya. Kantor tersebut difungsikan bukan untuk operasional, namun lebih sebagai kantor representatif untuk bertemu dengan investor atau calon konsumen dari produk mereka sebelum berkunjung ke lokasi pabrik.

Bagikan

RELATED NEWS