Ini MA Tertinggi di Sidoarjo yang Loloskan Siswa ke PTN Lewat Prestasi

Andri - Jumat, 03 April 2026 13:50 WIB
Kepala Sekolah MA Darul Ulum Sidoarjo Muhammad Mustofa, yang mengapresiasi capaian siswanya yang masuk PTN.

SIDOARJO I halojatim- Madrasah Aliyah (MA) Darul Ulum mengalami lonjakan prestasi. Sebanyak 64 siswanya diterima masuk perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur SNPB (seleksi nasional berdasarkan prestasi) tahun 2026. ''Alhamdulillah, jumlahnya meningkat dibandingkan tahun lalu. Kenaikannya ada sekitar 10 siswa,'' kata Kepala Sekolah MA Darul Ulum Sidoarjo Muhammad Mustofa.

Lebih membanggakan lagi, perguruan tinggi yang mampu ditembus siswa di sekolah yang beralamatkan di Kureksari, Waru, itu termasuk papan atas. Di antaranya Universitas Airlangga.''Jumlahnya masih bisa bertambah hingga menembus 120-an. Masih ada seleksi nasional berdasarkan tes dan seleksi mandiri,'' ungkap kepala sekolah yang bergelat master pendidikan Islam di jalur S2 itu.

Bagi Mustofa, sapaan karibnya, prestasi itu tidak lepas dari usaha keras yang dilakukan pihak sekolah kepada para siswa. Siswa, terangnya, mendapat pelajaran tambahan sejak duduk di kelas XII. ''Kami bekerja sama dengan pihak luar untuk meningkatkan kemampuan para siswa. Kegiatan itu dilakukan setelah jam sekolah,'' terangnya.

Kerja sama dengan pihak luar itu, ungkapnya, sudah dilaksanakan lama. Hasilnya memang terlihat nyata dengan capaian siswa MA Darul Ulum yang masuk ke PTN. ''Kemungkinan di antara MA yang ada di Kabupaten Sidoarjo, siswa MA Darul Ulum yang terbanyak masuk PTN,'' jelas Mustofa.

Selain itu, siswa MA Darul Ulum yang masuk PTN melalui jalur SNPB juga banyak yang terbantu dengan prestasi di luar sekolah. Seperti, kata Mustofa, lomba Bahasa Jepang maupun lomba debat. ''Kami juga memberi kesempatan seluas-luasnya kepada siswa untuk mengikuti lomba. Selain bisa mengangkat nama sekolah, itu juga membantu para siswa setelah lulus,'' papar Mustofa.

Hebatnya juga, siswa MA Darul Ulum Waru banyak yang sudah bergelar magister atau S2 dan doktor atau S3. Bahkan, ungkap Mustofa, salah satunya kini tengah menempuh pendidikan doktoral di Taiwan. Rencananya, jika sudah menamatkan pendidikannya, oleh pihak sekolah, alumni tersebut diharapkan bisa berbagi ilmunya.

''Selain di Taiwan, ada juga yang menempuh pendidikan doktor di Jepang. Bahkan sudah ada yang sedang proses menempuh guru besar,'' tandas Mustofa. (*)

Editor: Andri
Tags pendidikanPTNBagikan

RELATED NEWS