WHISNU JADI PLT WALI KOTA SURABAYA

Jumat, 25 Desember 2020 06:00 WIB

Penulis:Andri

Whisnu Sakti Buana yang mendapat amanah sebagai  Pelaksana Tugas wali kota Surabaya.
Whisnu Sakti Buana yang mendapat amanah sebagai Pelaksana Tugas wali kota Surabaya. undefined

Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas wali kota Surabaya. Whisnu Sakti menggantikan Tri Rismaharini yang diangkat menjadi Menteri Sosial di Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo.

Penunjukan tersebut dilakukan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa usai menerima radiogram dari Kementerian Dalam Negeri nomor 131.35/7002/OTDA. Selanjutnya, Khofifah menerbitkan Surat Perintah bernomor 131/1143/011.2/2020 tertanggal 23 Desember 2020. Surat tersebut telah dikirimkan kepada Sekretariat Daerah Kota Surabaya pada tanggal 24 Desember.

“Dengan terbitnya surat perintah tersebut, maka Whisnu Sakti yang semula menjadi Wakil Wali Kota Surabaya, resmi menjadi Plt per hari ini, Kamis (24/12),” kata  Khofifah di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah menyampaikan, radiogram tersebut diterima resmi Pemprov Jawa Timur pada Rabu malam (23/12). Dalam surat tersebut ada dua perintah yang dialamatkan kepada gubernur.

Perintah pertama, menunjuk Whisnu Sakti Buana sebagai pelaksana tugas wali kota. Perintah kedua, segera menyelenggarakan rapat paripurna tentang usul pemberhentian wali kota Surabaya dan usulan mengangkat wakil wali kota Surabaya sebagai wali kota Surabaya.

“Kami tindaklanjuti sesuai dengan surat perintah yang dikirim Kemendagri melalui radiogram tanggal 23 Desember dan kami langsung terbitkan surat tugas. Adapun surat telah diterima langsung oleh Kasubag Aparatur Pemerintah Daerah Kota Surabaya hari ini Kamis (24/12),” katanya.

Radiogram tersebut, kata Khofifah, merujuk pada Pasal 78 ayat 2 huruf (g) yang menyebutkan bahwa kepala daerah diberhentikan karena diberi tugas dalam jabatan tertentu oleh presiden yang dilarang dirangkap oleh ketentuan peraturan perundang-undangan. “Maka dari itu, Tri Rismaharini yang kini menjabat menteri sosial, secara otomatis berhenti dari posisi sebelumnya sebagai wali kota,” katanya.Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara, Pasal 23 huruf a pun disebutkan bahwa menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

Seperti diberitakan, Khofifah juga telah memberitahukan pengangkatan Whisnu Sakti sebagai wali kota. Khofifah pada akun Instagramnya @khofifah.ip mengunggah dua foto.

Foto pertama yakni gambar Whisnu Sakti Buana. Foto kedua adalah tanda terima surat yang dikirimkan ke sekretaris daerah Kota Surabaya.