UOB Painting of the Year ke-40 Ajak Seniman Empat Negara Berkompetisi

Kamis, 29 April 2021 19:23 WIB

Penulis:Asih

IMG-20210429-WA0002.jpg
Head of Strategic Communications and Brand Head UOB Indonesia Maya Rizano (kiri) dan Ketua Dewan Juri 2021 UOB Painting of The Year Agung Hujatnikajennong (kanan) berfoto bersama usai acara media briefing yang diselenggarakan secara daring, Kamis (29/4/2021). undefined

Ajang UOB Painting of the Year (POY) kembali hadir di 2021 ini. Gelaran ke-40 ini mengundang para seniman dari empat negara berkompetisi. 

 Empat negara itu adalah Singapura, Indonesia, Malaysia dan Thailand untuk ikut berkompetisi agar karya-karyanya dikenal luas. 

Tahun ini, kompetisi ini menjadi ajang seni yang paling lama diselenggarakan di Singapura dan juga merupakan salah satu ajang penghargaan paling bergengsi di Asia Tenggara. 

Untuk itu, UOB kembali mengundang para seniman untuk menorehkan karya seni dan menunjukkan kreativitas dan kepiawaian mereka dalam berkarya. 

Wee Ee Cheong, Deputy Chairman and Chief Executive Officer UOB mengatakan, seni mampu menembus batas-batas budaya, geografi dan waktu dalam upaya membangkitkan jiwa insan manusia dan menyatukan pikiran. 

"Hal ini sangat terasa selama pandemi ini. Banyak orang di seluruh dunia tidak dapat keluar rumah dan memanfaatkan seni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai sumber ketenangan, dan wadah berinteraksi dengan orang lain," ujarnya pada media, Kamis (29/4/2021). 

Dalam kurun waktu empat dekade terakhir, para seniman telah membantu membuka mata dan hati terhadap dunia-dunia baru dan mendorong untuk saling terkoneksi satu sama lain. Imajinasi dan kreativitas mereka telah mampu memperluas cara pandang kita tentang dunia ini dan memperdalam apresiasi kita terhadap budaya dan perspektif lain. 

Seiring dengan 40 tahun kejayaan seni dan seniman di Asia Tenggara, UOB terus berkomitmen mendukung generasi baru para seniman untuk terus menembus batas ekspresi kreatif mereka.  

Ajang UOB POY telah berhasil menemukan lebih dari 1.000 seniman di kawasan Asia Tenggara dalam empat dekade terakhir. Banyak dari mereka seperti Goh Beng Kwan, Anthony Poon and Chua Ek Kay telah mendapatkan penghargaan di Asia Tenggara. Mereka juga merupakan penerima the Singapore Cultural Medallion.

Pada 2016, pemenang UOB POY 2010 di Thailand Pannaphan Yodmanee juga berhasil memenangkan penghargaan bergengsi Benesse Prize , yang merupakan penghargaan resmi dari the Singapore Biennale.  

Goh Beng Kwan menyatakan, memenangkan UOB Painting of the Year merupakan salah satu momen terpenting yang mengubah hidupnya di sepanjang karirnya sebagai seniman. 

Karena itu, dia banyak diundang untuk berpartisipasi dalam banyak pameran di dalam dan luar negeri. Hal tersebut memberinya kesempatan untuk berkembang lebih jauh sebagai seniman, serta berinteraksi dan belajar dari seniman Asia Tenggara lainnya.

"Hal itu juga membuat karya seni saya mendapatkan pengakuan yang luar biasa. Memenangkan penghargaan tersebut telah mendorong saya untuk menjadi seniman purna waktu," ungkapnya.

Seperti tahun lalu, tahun ini UOB menerima karya seni secara digital. Karya seni dapat dikirimkan mulai 29 April 2021 hingga 31 Juli 2021. Ajang ini terbuka bagi warga negara dan penduduk tetap (permanent resident) di Singapura, Indonesia, Malaysia dan Thailand. Para pemenang, yakni pemenang regional dari ajang bergengsi UOB Southeast Asian POY untuk pemenang di tiap negara dengan karya terbaik akan diumumkan pada acara penghargaan pada November 2021. Untuk informasi lebih lanjut mengenai ajang ini, kunjungi www.UOBandArt.com.

Ada yang berbeda tahun ini. Dalam rangka memperingati ajang UOB POY ke-40 tahun ini, UOB tidak hanya akan memilih satu pemenang, tetapi empat pemenang dari negara masing-masing untuk berpartisipasi dalam program residensi, di Shanghai Tiongkok atau di Fukuoka, Jepang.

Program pertukaran seni yang diselenggarakan selama satu bulan ini akan memberi kesempatan kepada para seniman untuk  belajar mengenai budaya dan seni rupa negara tuan rumah dan mempelajari berbagai pendekatan dalam berkarya.