UMKM Dituntut Lebih Kreatif untuk Bisa Bertahan di Tengah Pandemi

Rabu, 29 Juli 2020 00:42 WIB

Penulis:Asih

Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan Anjani Sekar Arum yang memulai kegiatan membatiknya sejak 2010. 
Penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan Anjani Sekar Arum yang memulai kegiatan membatiknya sejak 2010.  undefined

Pandemi Covid-19 yang melanda negeri sejak awal Maret 2020, membuat pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) masih harus bersabar. Mereka kini fokus dengan menata kembali strategi usahanya  agar bisa bertahan di tengah kondisi seperti saat ini.

Salah satunya adalah Anjani Sekar Arum dengan usahanya Batik Bantengan.  Anjani  merupakan penerima apresiasi SATU Indonesia Awards 2017 bidang kewirausahaan. Dia adalah pendiri Sanggar dan Galeri Batik Andaka di Kota Batu yang ikut merasakan dampak dari pandemi ini.

Anjani dalam sebuah seminar beberapa waktu lalu  mengatakan, pandemi ini membuat dirinya semakin kreatif. Yang tadinya dia tidak mau jualan online karena tidak mau pusing, kini harus berjualan online supaya usahanya bisa bertahan.

“Karena wisatawan tidak ada dan pemesanan seragam 2020 tidak ada  jadi kami mencoba berkreasi dan membuat sebuah produk yang masih diminati orang dari bahan batik, salah satunya masker,” ujar wanita alumni Jurusan Seni dan Desain, Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang ini.

Bagi Anjani, tidak adanya wisatawan dan terhentinya sejumlah kegiatan besar instansi terkait yang menggunakan jasanya dalam pembuatan souvenir menjadi faktor utama penyebab penurunan penjualannya hingga 80%.

Akhirnya Anjani memanfaatkan penjualan secara daring, berkolaborasi dengan fotografer yang profesinya juga ikut terdampak. Kerjasama dilakukan dengan sistem komisi yang diterima oleh para fotografer dari hasil foto produk batik yang mereka jual ke target pasar masing-masing.

“Jadi para fotografer hanya bemodalkan kemampuan fotografi dan kemudian menjualkan produk. Andaikan harga Rp1 juta, kami memberikan komisi ke mereka sebagai ucapan terima kasih. Terserah mereka asal batiknya laku,” tambah Anjani.

Kisah Anjani dalam mempertahankan usahanya di tengah wabah ini juga dirasakan oleh Rachel Vennya, seorang content creator sekaligus entrepreneur berbagai bidang usaha. Keduanya bercerita tentang perjuangan masing-masing dalam webinar yang bertema “Strategi Pemasaran UMKM Lokal” kolaborasi Astra dan GK|Hebat, akselerator yang membantu para pelaku usaha mikro kecil.

Sementara itu, Rachel bercerita strategi bisnis yang ia jalankan dalam mengatasi lesunya usaha akibat COVID-19. Di tengah kesibukannya pun, Ibu dua anak itu masih sempat mengumpulkan donasi hingga miliaran rupiah bagi sektor medis dan para pedagang yang terkena imbas pandemi.

"Saya tidak menyangka kalau nominal bantuan yang terkumpul cukup besar dalam waktu yang sesingkat ini, karena bantuan teman-teman yang ikut membantu dalam menyediakan alat perlindungan diri buat dokter, perawat dan tenaga medis lainnya tuh bisa positif banget,” ujar Rachel.