Senin, 11 Januari 2021 19:54 WIB
Penulis:ifta

Tahun 2021 ini Trend Micro Incorporated, sebuah perusahaan keamanan cloud, memprediksi pusat gelombang serangan siber akan menyasar pada jaringan rumah warga, perangkat lunak dan sistem cloud. Tren bekerja di rumah jadi pemicu sasaran ini.
“Jaringan rumah akan diserang sebagai jalur yang membahayakan Teknologi Informasi (TI) perusahaan dan jaringan IoT (Internet of Things),” mengutip Country Manager Trend Micro Indonesia Laksana Budiwiyono dalam laporannya, Senin, 11 Januari 2021, dari TrenAsia.com.
Tren kerja jarak jauh akan tetap berlanjut. Oleh karena itu, tim keamanan perlu memberi bekal pelatihan kepada para karyawan sebagai pengguna teknologi, untuk memperkuat deteksi dan respons secara adaptif.
Ia memperingatkan, risiko terbesar ada pada data sensitif, seperti informasi karyawan, informasi pribadi pelanggan, nomor rahasia perusahaan, dan sebagainya. Laksana menjelaskan, saat kita menggunakan integrasi dengan pihak ketiga, API yang terekspos akan menjadi vektor serangan baru bagi kejahatan siber.
“Cara tersebut dapat memberikan akses ke data pribadi pelanggan, kode sumber, dan layanan back-end,” jelasnya.
Pada masa pandemi ini Indonesia menjadi negara yang mengalami kejahatan siber cukup tinggi. Pada kuartal III-2020, ancaman malware yang berkaitan dengan COVID-19 muncul sebanyak 11.088 serangan. Selain itu, serangan lain berupa e-mail spam muncul sebanyak 11.889.
Ia pun mengimbau agar perusahaan, khususnya individu sebagai pengguna pribadi untuk mengontrol akses dengan penggunaan internetnya. Selain itu, perlu menggandakan praktik terbaik keamanan dan program manajemen patch.(TrenAsia.com)
Artikel ini telah tayang di TrenAsia dengan judil https://www.trenasia.com/jaringan-rumah-jadi-taget-serangan-siber-diprediksi-meningkat-tahun-ini/
Bagikan