Tragedi Kanjuruhan Malang Dipicu Gas Air Mata, Ini Bahaya Senjata Polisi Ini Bagi Tubuh

Minggu, 02 Oktober 2022 10:50 WIB

Penulis:ifta

Editor:ifta

Tragedi Kanjuruhan sebabkan 129 orang suporter meninggal.JPG
Tragedi Kanjuruhan Arema FC vs Persebaya Dipicu Gas Air Mata, Ini Bahaya Senjata Polisi Ini Bagi Tubuh

MALANG, Halojatim.com- Korban meninggal dunia dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang bertambah menjadi 129 orang.

Banyaknya korban meninggal maupun luka usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya ini dipicu adanya gas air mata dari aparat kepolisian.

Dalam berbagai tayangan terlihat gas air mata berhamburan ke segala sisi stadiun.

Suporter yang terkena gas air mata ini kemudian mencoba untuk keluar.

Namun karena dalam kepanikan dan jumlahnya yang besar, sedangkan akses pintu keluar stadion yang terbatas, akhirnya ada penumpukan dan berdesak-desakan.

Lalu apa bahaya gas air mata yang FIFA sampai melarang ada senjata yang digunakan oleh polisi dalam mengamankan sebuah pertandingan?

Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dede Nasrullah S.Kep., Ns., M.Kep.,mengungkapkan gas air mata mengandung tiga kumpulan bahan kimia salah satunya yang sering digunakan adalah chloroacetophenone yang disingkat dengan CN dan chlorobenzylidenemalononitrile atau yang disingkat CS.

Paparan bahan kimia tersebut secara langsung dapat menyebabkan iritasi pada mata, sistem pernapasan, dan kulit.

"Senyawa CS ini biasanya diformulasikan dengan beberapa bahan kimia, terutama pelarut metil isobutil keton (MIBK) yang digunakan sebagai pembawa," kata Dede di Surabaya, Minggu dari laman ANTARA.

"Senyawa CS ini yang berhubungan dengan reseptor syaraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri, ketika gas air mata terpapar di kulit terutama pada bagian wajah dan mata akan menimbulkan rasa perih dan pedih," tambahnya.

Selain itu mengalami beberapa nyeri gas air mata dapat juga menimbulkan rasa gatal pada kulit, panas, dan pengelihatan kabur.

Gejala lainnya yaitu terkait dengan  pernapasan dapat dialami, seperti sulit bernapas, batuk, mual dan muntah.

Lalu apa yang harus dilakukan jika terkena paparan gas ini?

Pertama adalah menyiram bagian tersebut dengan air bersih yang mengalir. Kedua, tutup dengan rapat hidung, mata dan mulut bisa dengan menggunakan masker.

Ketiga segera ganti pakaian yang sudah terkontaminasi dan jangan sampai terkena atau menyentuh anggota tubuh.

"Keempat menjauh dari area yang terdampak gas air mata, jika masih ada efek akibat gas air mata 20 menit setelahnya atau jika mengalami sesak segera minta pertolongan medis," sarannya. ***