TINGGAL 2.482 PELANGGAN TERDAMPAK SEMERU YANG BELUM MENYALA

Selasa, 07 Desember 2021 22:35 WIB

Penulis:Andri

A-PLN.jpg
Petrugas PLN tengah memperbaiki instalasi listrik yang rusak. PLN memberikan perhatian kepada pelanggan korban letusan Gunung Semeru

SURABAYA I halojatim.com - PLN terus berupaya menormalkan penerangan di daerah terdampak letusan Gunung Semeru di Lumajang. Dari 30.523 pelanggan yang listriknya belum menyala kini kini tersisa 2.482 pelanggan .

menyebut jumlah pelanggan terdampak letusan Gunung Semeru yang listriknya belum menyala atau padam, dari total .

"Hingga kini masih ada 2.482 pelanggan di Desa Supit Urang dan Desa Curah Kobokan yang listriknya belum dinyalakan karena rumah pelanggan rusak atau berada di zona belum aman. Untuk penormalan kami masih menunggu informasi dari pihak berwenang dan kondisi aman," kata General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur Adi Priyanto.

Ia mengatakan, hingga Senin (6/12) pukul 23.28 WIB, PLN UID Jatim telah memulihkan 112 trafo dan 28.041 warga telah kembali mendapatkan akses listrik. Kata Adi, pihak PLN memang mendapatkan tantangan cukup berat.

''Mulai dari beberapa lokasi kembali mengalami hujan abu vulkanik, sehingga petugas PLN tidak diizinkan untuk masuk," katanya.

Adi mengatakan, PLN terus melakukan pemetaaan pelanggan terdampak letusan dan merencanakan pekerjaan penormalan. Bahkan, untuk daerah yang terputus dari jaringan eksisting, PLN juga telah membangun jaringan listrik baru.

"Kami telah berhasil membangun jaringan tegangan menengah 20 kV sepanjang 300 meter yang menghubungkan penyulang Pronojiwo ke penyulang Ampel Gading untuk penormalan pelanggan terdampak erupsi," katanya.

Sebelumnya, untuk mempercepat pemulihan listrik di daerah terdampak letusan Semeru, PLN telah menerjunkan 124 personel. Mereka dibagi dalam dua tim yaitu tim siaga sebanyak 53 personel dan tim pelaksana pekerjaan 71 personel.

"Para petugas ini tentunya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur untuk memastikan daerah atau zona yang aman dan zona bahaya, serta zona yang bisa dilewati oleh petugas PLN dalam upaya pengecekan instalasi dan penormalan," kata Adi. (*)