Selasa, 21 Januari 2020 23:52 WIB
Penulis:Andri

Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur meminta kepada Pemerintah Provinsi Jatim untuk terus melakukan intervensi atau menekan harga gula yang saat ini mulai mengalami kenaikan dan kelangkaan di pasaran.
Salah satu langkah yang harus dilakukan dengan operasi pasar dengan menggelar pasar murah di seluruh Jatim. Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi B DPRD Jatim, Daniel Rohi, Selasa (21/1).
"Dinas Perindag Jatim harus segera melakukan koordinasi dengan semua pihak, baik bulog dan para pedagang gula untuk menggelar pasar murah tersebut. Sehingga harga gula kembali normal dan tidak langkah lagi," ujar Daniel Rohi.
Ia menilai, ada yang ganjil dengan kenaikan harga gula. Apalagi kondisi gula juga dikatakan cukup dan tidak ada kekurangan stok. Bahkan, di Jatim ini juga memiliki pabrik gula di beberapa kabupaten/kota yang mampu memproduksi gula tiap hari. “Ini kan aneh. Kita banyak memiliki pabrik gula. Tidak ada puso terkait tanaman tebu," ucapnya.
Lantas apakah perlu dilakukan subsidi ongkos angkut untuk intervensi harga gula? Rohi menyampaikan apabila solusi memberi ongkos angkut ini bisa untuk menekan harga gula maka perlu dilakukan pemerintah. Tapi, sebelum memberikan ongkos angkut ini perlu dilakukan perhitungan kembali apakah cadangan anggaran tersebut tersedia atau tidak.
"Prinsipnya tugas pemerintah itu memberikan layanan kepada masyarakat. Kalau masyarakat tertekan dan membutuhkan bantuan maka pemerintah harus hadir," pintanya.
Ia menambahkan, Komisi B DPRD Jatim akan melakukan pemanggilan Disperindag Jatim terkait kelangkaan yang menyebabkan kenaikan harga gula. "Kami ingin tahu penjelasan dari sana (Disperindag, red) kenapa ini terjadi. Harus dicari dulu akar permasalahan kelangkaan gula di Jatim yang berdampak pada kenaikan harga,"ujarnya.
Terpisah Ketua Komisi B DPRD Jatim, Aliyadi berharap kelangkaan ini tak berlarut-larut sehingga meresahkan masyarakat. “Kami minta juga Disperindag Jatim gencar melakukan operasi pasar untuk mengatasi kelangkaan dan harga kembali normal,” katanya.
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa tegas meminta Satgas Pangan dan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun langsung mengecek ketersediaan gula di gudang-gudang dan pabrik-pabrik. Khofifah telah meminta Bulog, PTPN X dan pabrik gula Rajawali untuk melakukan operasi pasar agar tidak semakin menimbulkan kepanikan pada masyarakat.
Bagikan