TAK ADA ZONA MERAH DI JATIM

Kamis, 08 Oktober 2020 06:48 WIB

Penulis:Andri

Operasi Yustisi yang dilakukan di SIdoarjo. Ini menjadi salah satu yang membuat Jatim berubah status.
Operasi Yustisi yang dilakukan di SIdoarjo. Ini menjadi salah satu yang membuat Jatim berubah status. undefined

Kabar gembira diterima oleh Masyarakat  Jawa Timur. Per hari Selasa (6/10), Provinsi di ujung Timur pulau Jawa ini diumumkan terbebas dari zona merah Covid-19 oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional.

 

Dari 38 Kab/Kota seluruh Jatim, 28 wilayah dinyatakan berkategori orange atau resiko sedang. Sedangkan 10 sisanya terkategori zona kuning atau resiko rendah.

 

"Alhamdulillah Selasa sore  Satuan Gugus Tugas Covid-19 Nasional mencatatkan kan bahwa Jatim sudah bebas dari zona merah" tulis Gubernur Khofifah di akun instagram pribadinya pada Selasa (6/10) malam.

 

Dengan munculnya hasil baik ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada semua pihak, yang  telah bekerja keras bahu membahu mengendalikan  penyebaran virus Corona atau Covid-19 dengan hasil yang cukup menggembirakan. "Terima kasih kerja keras semua pihak baik dari Pemerintah Kabupaten/ Kota,  TNI, Polri, Kejaksaan, Pengadilan, Kampus, Media, Tenaga Kesehatan, Tokoh Agama, Relawan,  terkhusus bagi masyarakat Jawa Timur yang saat ini menjadi garda terdepan dalam pemakaian masker. Merekalah yang menjadi faktor utama yang berkontribusi pada kesuksesan Jawa Timur kali ini,” kata Khofifah

 

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga membeberkan rahasia Jawa Timur dalam keberhasilannya menekan penyebaran COVID-19. "Prinsipnya, Kami selalu mempertimbangkan masukan dari pakar epidemiologi dalam penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

 

‘’Kali ini, kita mendapatkan data bahwa  penggunaan masker yang masif dan serentak, terbukti mampu menurunkan kurva penambahan kasus Covid-19 di berbagai negara. Di samping itu, apabila 60% saja populasi mau pakai masker, Rate of Transmission atau tingkat penularan bisa turun dibawah satu . Oleh karena itu, kita adopsi gagasan yang telah scientifically proven ini di Jawa Timur,” katanya.

 

Khofifah menyebut, dalam satu bulan terakhir, penanganan Covid-19 di Jawa Timur difokuskan kepada perubahan perilaku dengan kampanye penggunaan masker yang massif oleh para tokoh diikuti dengan operasi Yustisi yang tidak hanya memberikan hukuman, tetapi juga memberikan reward kepada masyarakat yang patuh protokol kesehatan.