SURABAYA GELAR APEL SIAGA BENCANA ALAM

Senin, 16 November 2020 05:58 WIB

Penulis:Andri

Surabaya sudah menyiapkan diri menghadapi bencana
Surabaya sudah menyiapkan diri menghadapi bencana undefined

Kota Surabaya bersiap-siap mengantisipasi bencana alam. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan jajaran TNI-Polri menggelar apel kesiapsiagaan bencana di Balai Kota Surabaya. Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan hadir pula Kapolrestabes Surabaya, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, jajaran TNI dan beberapa Wakil Ketua DPRD Surabaya, camat, dan jajaran Pemkot Surabaya.

Saat itu, Wali Kota yang biasa dipanggil Risma itu bersama Forkopimda juga menyempatkan waktu meninjau langsung alat-alat kesiapsiagaan bencana yang dipajang di halaman Balai Kota Surabaya. Bahkan, jajaran Forkopimda ini meninjau salah satu lokasi posko yakni Posko Sentra Ikan Bulak yang terletak Kecamatan Bulak, Surabaya.

Pada kesempatan itu, Risma menyampaikan, bahwa sebenarnya setiap tahun dia selalu rutin menggelar apel kesiapsiagaan semacam itu. Namun, kali ini sesuai ramalan BMKG maupun BNPB, ramalannya cukup berat.

Dia pun memohon kepada semuanya saja, terutama petugas-petugas yang ada di pos-pos, harus selalu siaga. Bahkan, ia juga berharap ketika bertugas di lapangan harus selalu menghindari dan mengingatkan rekan-rekannya dan warga untuk tidak berteduh di bawah pohon. Yang paling penting pula, jangan sampai memegang tiang listrik dan tiang PJU.

“Kita juga harus selalu mengingatkan warga yang ada di tepi sungai untuk tidak berada di sungai ataupun mandi di sungai, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat itu. Kita harus selalu mengingatkan warga terutama anak-anak,” katanya.

Risma menjelaskan bahwa warga yang ada di pesisir pantai atau para nelayan, mungkin satu minggu ini akan terasa berat. Ini karena para nelayan itu tidak bisa berlayar akibat ombaknya yang cukup tinggi dan gelombangnya cukup tinggi pula.

“Saya juga sudah ingatkan untuk tidak berlayar dulu sementara waktu,” katanya.

Ia juga mengaku sedang menyiapkan training apabila sewaktu-waktu ada bencana gempa bumi di Kota Surabaya. Apa yang harus dilakukan ketika berada di rumah.

“Kalau tiba-tiba ada bencana gempa bumi, kalau sedang berada di rumah, kita harus berlindung di bawah meja atau kalau bisa keluar dari rumahnya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, kita harus lari ke tempat yang lebih tinggi,” katanya.