Minggu, 19 Juli 2020 05:32 WIB
Penulis:Andri

Pemerintah Provinsi tak lelah mencegah penyebaran covid-19. Caranya dengan melakukan rapid test.
Mereka mengklaim sudah melakukan rapid test massal kepada 598.065 warga di berbagai daerah. Ini sebagai upaya 3T penanggulangan Covid-19 di Jatim.
Upaya testing, tracing, dan treatment (3T) andalan Pemprov dan Gugus Tugas Covid-19 Jatim untuk melacak warganya yang terjangkit virus SARS-CoV-2, menanganinya, dan memutus rantai penularannya.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, masifnya tes cepat ini sejalan arahan Joko Widodo Presiden untuk memperbanyak testing, tracing, dan treatment di Provinsi Jatim.
Gubernur Perempuan pertama Jatim itu juga mengklaim, sejauh ini, Jawa Timur masih menjadi provinsi tertinggi secara nasional yang sudah melakukan tes cepat massal terhadap warganya. “Alhamdulillah kami terus memperbanyak warga yang mengikuti tes Covid-19. Kami menyasar PDP dan OTG, juga mereka yang suspect dan kontak erat, karena persentase OTG ini terus meningkat,” kata Khofifah.
Rapid test juga dilakukan terhadap orang di dalam lingkaran klaster yang baru ditemukan dan hasil tracing secara terintegrasi antara Dinkes Provinsi dan Dinkes Kabupaten/Kota, serta Tim Covid-19 Hunter.
Untuk jumlah spesimen swab warga Jatim yang sudah diambil dan diuji dengan metode polymerase chain reaction (PCR), berdasarkan data Pemprov, mencapai 96.936 spesimen. Proporsi kumulatif spesimen Jatim mencapai 2.348 per 1 juta penduduk. Hal itu sebagaimana data yang disampaikan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim.
“Sampai sekarang kita sudah punya 27 laboratorium pemeriksa PCR. Jumlahnya terus meningkat karena sebelumnya hanya 11 titik lab. Selain itu kita juga ada 17 laboratorium pakai TCM,” katanya.
“Hari ini kita juga baru saja meluncurkan mobile molecular laboratory yang akan mempercepat dan perluasan tes swab PCR bagi yang suspect maupun kontak erat,” kata Khofifah.
Khusus mobile molecular laboratory yang baru diluncurkan, kapasitasnya mencapai 300 spesimen dalam sehari. Dengan demikian dapat membantu percepatan uji spesimen di Jawa Timur.
Dengan jumlah laboratorium untuk tes yang kian meningkat juga tes yang kian masif, itu mempercepat tes spesimen dan hasilnya cepat diketahui. Otomatis, penanganan bisa segera dilaksanakan.
Kata Khofifah, dengan tes yang kian masif, jumlah kasus yang ditemukan tentu semakin bertambah. Namun hal itu juga dibarengi penyiapan sistem kuratif dan penanganannya.
Bagikan