Stok Darah PMI Tak Stabil, Masyarakat Tak Perlu Takut Donor di Tengah Pandemi

Selasa, 08 September 2020 22:38 WIB

Penulis:ifta

PMI
PMI undefined

SURABAYA- Kondisi pandemic COVID-19 membuat jumlah pendonor tidak stabil dibandingkan dengan hari-hari biasanya. Kondisi ini terjadi setelah masa penularan virus corona mulai merebak di Indonesia dalam enam bulan terakhir ini.

Sekretaris PMI Jawa Timur Edi Purwinanto mengatakan kondisi stok darah PMI Jatim tidak stabil atau naik turun dalam beberapa bulan terakhir ini. Dia mencontohkan stok darah per 26 Agustus 2020 ada di angka 11.206 kantung darah, namun pada 30 Agustus turun menjadi 9.943 kantong darah.

Kemudian data terbaru per 8 September 2020 ada di angka 10.739. “Jadi kondisi stok darah itu naik turun,” katanya kepada Halojatim.com, Selasa (8/9). Menurutnya kondisi ini disebabkan oleh pandemic yang membuat jumlah pendonor tidak stabil.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir untuk donor darah, ini karena setiap kantor di unit donor darah PMI sudah memiliki protokol ketat saat mengambil darah. Protocol seperti menjaga jarak aman, kemudian memakai APD sangat diperhatikan pada setiap kantor PMI.

Lalu bagaimana kalau menggelar donor darah di luar kantor PMI? “Tidak perlu khawatir juga kalua donor darah di luar kantor, karena kami juga memiliki protocol yang ketat, ada SOP yang kami berlakukan,” imbuhnya. Hal ini sekaligus menegaskan jika masyarakat tidak perlu khawatir menggelar kegiatan donor darah asal menerapkan protocol pencegahan penularan COVID-19.

Dari jumlah darah yang dibutuhkan, hingga saat ini kata dia golongan darah O sangat dibutuhkan. Ini karena stok golongan O sangat sedikit pendonornya.

Kondisi Darah di daerah

Berdasarkan data terbaru hingga Selasa (8/9) sore ini, stok darah di setiap daerah berbeda, bahkan terlihat jomplang. Di kabupaten Probolinggo misalnya, stok darah hanya di angka 70 kantung. Sedangkan di Kabupaten Pacitan 92, Sampang 96, Sumenep hanya 10 kantung. Kondisi berbeda terlihat di Banyuwangi ada stok 338, Gresik 352, Jombang 253.

Bondowoso 79 kantung, Kota Surabaya selaku koordinator wilayah ada di angka 1.412, sedangkan di Magetan 64 kantung darah. (MHD)