Rabu, 15 April 2020 03:15 WIB
Penulis:Asih

Pandemi Covid-19 mengguncang perekonomian seluruh bangsa di dunia. Tak terkecuali di Indonesia. Semua bidang usaha tiarap, terutama para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Namun, kreativitas nampaknya menjadi sebuah ‘dewa penolong’ di tengah kondisi ini. Para pengusaha yang jeli melihat kondisi ini sebagai peluang, mereka justru bisa meraih untung di saat semua buntung.
Salah satunya, Hadi Reksa. Hadi adalah pelaku usaha di bidang garmen yang memiliki toko di Cito Mall Surabaya. Hadi merasakan dampak yang luar biasa dari pandemi ini. Karena tidak ada satu pun pembeli mampir ke tokonya sejak diberlakukannya social distancing oleh pemerintah pada 16 Maret 2020 lalu.
“Semua saling terkait. Sejak pandemi, pengunjung mall berkurang jauh. Bahkan, mereka yang datang tidak membeli produk fashion, namun lebih ke kebutuhan pokok. Apalagi di Cito Mall ini, biasanya yang datang itu para pelancong yang sekadar transit menunggu penerbangan berikutnya ke daerah lain,” jelas Hadi.
Hadi merasa terpukul dengan kondisi itu. Karena dia pun harus membayar sewa mall, bayar gaji karyawannya dan operasional lainnya. “Putar otak. Bagaimana dengan produk yang kita miliki ini, bisa terjual dan orang suka membelinya,” tuturnya.
Dengan imbauan untuk bekerja dari rumah dan belajar dari rumah, Hadi akhirnya terpikir untuk membuat kaos bertuliskan imbauan pemerintah itu. Muncullah desain kaos bertuliskan kalimat-kalimat unik. Misalnya ‘Jaga Jarak, Tapi Jangan Terlalu Jauh, Nanti Aku Kangen’, “Jauhi Virus, Dekati yang Serius’ dan sebagainya. “Waktu itu ada teman yang pesan kaos tulisannya tentang jaga jarak itu. Dari sana saya melihat ini sebuah peluang besar,” tandasnya.
Akhirnya, berbagai desain kaos bertuliskan tema Social dan Physical Distancing dia buat. Dia promosikan melalui online dan offline. Dia pun menyebarkannya melalui WA Group dan semua media sosial yang dimilikinya. Satu persatu pesanan berdatangan. Mulai dari teman hingga orang-orang yang tidak dikenalnya dari berbagai daerah di Indonesia. Apalagi, kaosnya itu banyak dipakai para influencer, model hingga fashion desainer. “Alhamdulillah, memang kita harus jeli melihat sesuatu. Memang saat ini kondisi sulit, tapi ada peluang rejeki ada di tengah kondisi sulit,” tukasnya.
Karena Hadi bisa menikmati rejeki di tengah pandemi ini, maka mantan jurnalis ini pun bertekat untuk ikut melakukan aksi sosial. Yakni setiap pembelian satu kaos di gerainya, maka dia menyisihkan Rp 5 ribu untuk membeli masker. Masker itu nantinya akan diserahkan pada masyarakat yang membutuhkannya.
Bagikan