SIAPKAN 18 RIBURAPID TEST BAGI PEMUDIK

Minggu, 12 April 2020 10:58 WIB

Penulis:Andri

Pelaksanaan Rapid Test yang dilakukan di Bandara Juanda
Pelaksanaan Rapid Test yang dilakukan di Bandara Juanda undefined

Jatim memperketat bagi para pemudik. Tujuannya agar pembawa wabah virus corona segea mendapat penanganan.


Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengupayakan agar pemudik yang memasuki Jatim bisa melakukan rapid test. Sebanyak 18 ribu rapid tes pun telah disiapkan pemudik di check point.


''Daerah silahkan koordinasi dengan Dinas Perhubungan. Nanti akan disiapkan alat rapid test,'' kata  Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Jawa Timur, dr Kohar Hari.

Check point ini terdiri dari tiga lapis, yaitu di tingkat provinsi yang juga merupakan Posko Mudik Lebaran 2020, tingkat kabupaten/kota, dan tingkat desa. Pemudik wajib diperiksa kesehatannya di masing-masing check point dan langsung dirujuk ke rumah sakit jika menunjukkan gejala sakit.

"Kalau rapid test negatif lanjut ke kabupaten kota dengan tanda sudah di-rapid test. Supaya gak ulang-ulang. Data itu akan di-check point di tingkat desa bahkan dusun. Kalau jelas dia sakit mohon diobservasi baik di tingkat kabupaten ataupun desa supaya tidak jadi spreader," kata Kohar.

Meski rapid test tidak akurat 100 persen, namun Kohar mengatakan bahwa alat tersebut cukup membantu untuk melakukan tracing. Pemeriksaan suhu tubuh saja tak cukup mengingat banyak orang yang sudah terinfeksi namun tidak menunjukkan gejala.

"Orang yang datang kan kelihatannya sehat tapi kita cek, ini ada covidnya atau tidak? Jadi targetnya adalah yang termasuk berpotensi. Karena ada orang yang ternyata ada virusnya tapi tanpa gejala," ungkapnya.
Santoso.IDN Times/Fitria Madia

Namun, ia masih akan melakukan evaluasi penggunaan rapid test ini dengan ketersediaan dan jumlah pemudik. Jika memang nanti jumlah rapid test tak memungkinkan, maka ia akan menggunakan kartu kesehatan sehingga perkembangan kesehatan pemudik terlacak dengan benar.

"Situasional di-check point tersebut, kalau logistik belum siap maka di-screening dengan data dan pemeriksaan suhu. Kami berharap rapid test yang sudah dibagikan bisa dimaksimalkan," katanya.