Rabu, 02 Desember 2020 16:10 WIB
Penulis:Asih

Enam mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya lolos ke babak final Kontes Robot Indonesia (KRI) 2020. Mereka adalah Muhammad Choyrul Anam dari Fakultas Teknik dan Nugroho Dwi, Fuad Fuji Santoso, Astra Nico Prastyo, Dedi Wahyu Ashari dan Nazzun Fahmi Haryanto dari Fakultas Vokasi. Mereka tergabung dalam tim SIOLA dan menjadi satu dari 25 tim yang lolos untuk katagori Kontes Robot Tematik Indonesia.
Choyrul Anam selaku perwakilan tim mengaku robot ini dikerjakan dalam waktu singkat yakni lima minggu, Awal September sampai minggu pertama November itu mereka memulainya. Robot yang dibuat dapat beroperasi dengan tiga baterai berdaya 12 volt dan dapat dioperasikan secara nirkabel, stik wireless untuk mengontrol robot. “Robotnya sendiri kami rancang dengan tinggi 1.25 meter, lebar 65 cm dan panjang 85. Bisa menampung beban manusia maksimal 150 kg. Untuk daya sendiri, menggunakan baterai yang bisa dicas jadi tidak harus beli baterai terus,” terang mahasiswa semester lima ini.
KRI rutin digelar setiap tahunnya oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Karena pandemi Covid-19 kontes ini tetap dilakukan meski secara daring. Covid-19, merupakan tema yang diusung pada tahun ini. “Karena tentang Covid-19, panitia memberi tugas agar robot yang dibuat bisa memindahkan pasien positif Covid-19 dari satu ranjang ke ranjang lain tanpa adanya kontak fisik antara pasien dan tenaga medis. Semua tahapan penilaian, mulai seleksi sampai final kemarin, semuanya online,” jelas pria yang akrab disapa Anam.
Meski kontes secara daring, namun persiapan yang dilakukan matang dan kreatif. Terhitung mulai memasukkan proposal pada Agustus, dan diumumkannya pada Agustus juga, tim ini segera dengan sigap merakit robot. “Sejak Agustus kami mendaftarkan proposal, diumumkan lolos pada 24 Agustus, kami mulai mempersiapkan dan merancang robot. Finalnya tanggal 20 November kemarin, ada tanya jawab dengan dewan juri. Nggak menyangka juga bisa lolos. Walaupun belum menjadi pemenang, tapi bangga bisa lolos ke nasional,” jelasnya.
Berbekal optimis dan bangga, mereka ingin terus membanggakan almamater dengan karya-karya kreatifitas robot dan berencana untuk ikut kompetisi robot lainnya dan tahun depan ingin ikut KRI 2021.
Bagikan