Jumat, 11 Desember 2020 03:40 WIB
Penulis:Asih

Peningkatan buaran energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia memang terus didorong melalui berbagai cara, mulai dari pengembangan proyek pembangkit EBT hingga inovasi untuk menggunakan biomassa sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Salah satu yang secara aktif digaungkan PT PJB adalah melalui pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar co-firing. Setelah mempionirkan komersialisasi co-firing pertama di Indonesia pada PLTU Paiton 1&2 di pertengahan tahun 2020, kali ini PJB kembali melakukan komersialisasi pada PLTU lainnya yaitu PLTU Pacitan 2x315 MW. Komersialisasi ini merupakan komersialisasi co-firing kedua untuk PLTU di Indonesia.
Go-live komersialisasi co-firing PLTU Pacitan yang dilakukan pada Senin (7/12/2020) lalu secara virtual turut dihadiri oleh jajaran Direksi PJB, Direktur Mega Project PT PLN Persero, serta Direktur Direktorat Bio Energi Kementerian ESDM.
Iwan Agung Firstantara selaku Direktur Utama PT PJB menyatakan komersialisasi kedua oleh PJB ini semakin mempertebal komitmen PJB dalam mendukung program green booster PLN, selain itu PJB juga akan terus menggiatkan co-firing dan berbagai program EBT lainnya sehingga dapat bersama-sama mencapai bauran EBT 23% pada 2025.
Kehadiran PLTU Pacitan sebagai pembangkit kedua yang masuk ke dalam daftar komersialisasi juga mendapatkan apresiasi dari PLN. Apresiasi yang disampaikan oleh M Ikhsan Asaad selaku Direktur Mega Project PT PLB (Persero) menunjukkan bahwa PJB memiliki kontribusi yang besar pada pengimplementasian co-firing di Indonesia. Hal ini dikarenakan dari seluruh persebaran co-firing di Indonesia, PLTU yang dioperasikan oleh PJB mendominasi persebaran ini, PLN pun semakin optimis terhadap peningkatan tren EBT di Indonesia dikarenakan dedikasi yang telah dilakukan oleh PJB.
Andriah Feby Misna selaku Direktur Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM, menjelaskan co-firing pada PLTU Pacitan memiliki porsi yang besar tidak hanya dalam pengurangan penggunaan bahan bakar batubara namun juga berdampak positif pada pengembangan ekonomi kerakyatan yang produktif dan mengurangi emisi gas rumah kaca di Indonesia.
Selain memiliki kapabilitas dalam melakukan inovasi seperti pengolahan biomassa menjadi program co-firing yang andal, PJB turut serta memberikan best practice dalam pengoptimalan PLTU melalui co-firing. ril/end
Bagikan