Pasar otomotif diprediksi masih belum membaik di 2020 ini. Namun, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance) tetap harus memenuhi target yang ditetapkan yakni kenaikan pembiayaan sebesar 7 persen dari tahun sebelumnya atau total nilai Rp 4,2 triliun di Jawa Timur.
Kepala Wilayah Area Jawa Timur, Sugeng Hariadi mengakui pasar otomotif di Indonesia di 2020 ini tidak akan jauh berbeda dengan 2019. Padahal pembiayaan terbesar Adira Finance adalah otomotif. Yakni 51 persen untuk motor, 43 persen mobil dan sisanya multiguna. "Secara umum pembiayaan turun drastis. Tapi Adira di 2019 bisa tumbuh lima persen. Nah di 2020 targetnya dinaikkan lagi," ujar Sugeng di Surabaya, Kamis (5/3/2020).
Karenanya untuk mencapai target itu, ada banyak cara yang akan dilakukan Adira Finance Jawa Timur. Salah satunya dengan menggenjot pembiayaan untuk mobil. Karena sesuai prediksi Adira, pasar mobil masih memiliki peluang untuk tumbuh.
"Kalau motor pasarnya stagnan kita akan alihkan ke mobil. Serta multiguna. Sehingga share pembiayaan untuk mobil yang semula 43 persen bisa meningkat menjadi 45 persen. Begitupun multiguna bisa bertambah sharenya," tambahnya.
Selain itu, Adira Finance juga mencoba untuk membuat konsumennya merasa nyaman. Sehingga mereka tidak berpaling ke pembiayaan lain. Salah satunya dengan memperkenalkan aplikasi baru yakni Adiraku.
Adiraku ini kata Sugeng diperkenalkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin praktis di tengah kecanggihan teknologi yang sangat berkembang pesat. “Selain itu juga untuk meningkatkan pelayanan yang lebih baik dan optimal. Layanan kami tujuh hari dalam seminggu, 24 jam sehari,” tandasnya.
Di dalam aplikasi itu ada banyak layanan yang bisa dimanfaatkan konsumen. Misalnya Informasi detil kontrak, bayar angsuran instan, riwayat pembayaran, simulasi kredit, whatsapp chat dering Adira 24 jam, janji bayar dan sebagainya.
“Saat ini, mayoritas konsumen Adira Finance masih datang ke cabang-cabang dan menelepon call center untuk menanyakan detil komrak dan status pembayaran. Dengan Adiraku, konsumen dapat melihat nomor kontrak, besar angsuran, tanggal jatuh tempo, sisa tenor, sisa angsuran dan informasi lainnya dalam satu genggaman,” tandas Sugeng
Dikatakan Sugeng, hingga kini aplikasi ini sudah diunduh 177 ribu konsumen di seluruh Indonesia.