POLDA JATIM GELAR KEGIATAN OPERASI ZEBRA SEMERU

Selasa, 05 September 2023 07:20 WIB

Penulis:Andri

Editor:Andri

A-OPERASI ZEBRA SEMERU.jpg
Upacara dimulainya Operasi Zebra Semeru di Halaman Polda Jatim di Kota Surabaya

SURABAYA I halojatim.com - Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Timur menggelar Operasi Zebra Semeru selama 14 hari mulai tanggal 4 hingga 17 September 2023. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah setempat.

"Pola penindakan Operasi Zebra Semeru sama seperti pelaksanaan Operasi Patuh yang lalu," kata Direktur Lalulintas Polda Jatim Kombes Pol. M. Taslim.

Taslim mengatakan Operasi Zebra ini lebih ke arah penegakan hukum dan untuk membangun keteraturan dan keterlibatan masyarakat di jalan agar tingkat kecelakaan bisa ditekan.
Semuanya, katanya, adalah dalam rangka menjamin rasa aman, nyaman, masyarakat ketika berlalulintas di jalan.

 

''Tadi data sudah kita sama-sama dengar pada saat arahan dari bapak Kapolda Jatim bahwa kecelakaan mengalami peningkatan yang sangat tajam sampai dengan 70 persen, jika dibandingkan antara tahun 2002 dengan 2023," katanya.

 

Selain itu, untuk pelanggaran juga meningkat cukup signifikan yakni di atas 1.000 persen. Ini menunjukkan meski penindakan terus dilakukan, hanya saja pemakluman-nya dari mobilisasi atau dinamis-nya masyarakat, di tahun 2023 ini memang lebih meningkat dibanding tahun 2022.

 

"Jadi itu pola kami melakukan pendeteksian selain edukasi, tetapi penindakan itu diutamakan melalui Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Hanya saja di Operasi Zebra khusus di Jawa Timur nanti kami akan melakukan modifikasi," kata Taslim.

 

Pada pelaksanaan Operasi Zebra, Polda Jatim bekerja sama dengan Jasa Raharja. Termasuk Bappenda untuk menyiapkan semacam hadiah.

 

"Jadi yang melanggar kami tilang, yang tertib akan kami berikan apresiasi, meskipun hanya sebuah hadiah begitu, akan tetapi itu bentuk penghargaan kami terhadap masyarakat yang sudah mau tertib di jalan," kata Taslim.

 

Tilang manual, katanya, tetap akan dilakukan karena memang meskipun Jawa Timur pelanggaran lalu lintas ETLE itu memang banyak. Sudah 100 lebih dibanding dengan provinsi yang lain sepertinya lebih banyak, baik mobile maupun statis, akan tetapi dengan luasnya wilayah.

 

Taslim meminta kepada masyarakat untuk bekerja sama dengan baik. Ketika ada penyimpangan oleh anggota polisi dia meminta agar disampaikan ke pihaknya untuk ditindak tegas. (*)