PILIH TINGGAL DI RUMAH PRIBADI BUKAN RUMAH DINAS

Jumat, 26 Februari 2021 06:29 WIB

Penulis:Andri

Eri Cahyadi saat menggelar kataman di rumahnya Kamis malam
Eri Cahyadi saat menggelar kataman di rumahnya Kamis malam undefined

Jumat (26/2/2021), Eri Cahyadi akan resmi menjadi Wali Kota Surabaya. Dia akan dilantik di Grahadi Surabaya. Sehari sebelum acara, Eri menggelar kegiatankhataman Al Quran di kediamannya daerah Ketintang, Kota Surabaya, Jatim, Kamis.


"Insya Allah besok Jumat (26/2), saya akan dilantik sebagai Wali Kota Surabaya. Kok kebetulan dilantik pas hari Jumat, sehingga hari ini Kamis saya bisa menggelar khataman Al Quran," kata Eri Cahyadi di sela-sela acara khataman di rumahnya.

Acara khataman di rumahnya ini tidak baru kali ini digelar atau saat menjelang pelantikan saja. Namun setiap Kamis keluarga mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini selalu menggelar acara khataman Al Quran.

"Awalnya, Abah saya yang selalu rutin menggelar khataman Al Quran setiap hari Kamis. Lalu sejak dua tahun lalu, khataman Al Quran ini saya teruskan. Jadi ini memang menjadi kebiasaan, istiqomah keluarga kami. Biasanya khataman Al Quran kami gelar sebelum Subuh. Karena saya dapat ijazah dari kiai saya seperti itu," katanya.

Wali kota terpilih yang berpasangan dengan Armuji sebagai wakil wali kota ini meyakini setiap selesai khataman akan turun malaikat yang mengamini doa-doa yang dipanjatkan oleh orang yang menggelar khataman Al Quran. Oleh karena itu, setelah dirinya dilantik menjadi Wali Kota Surabaya akan tetap menggelar khataman Al Quran, baik di rumahnya di daerah Ketintang maupun di rumah dinas wali kota di Jalan Sedap Malam, Surabaya.

"Insya Allah nanti setelah menjadi wali kota, jika pas hari Jumat akan menggelar khataman Al Quran, baik di rumah saya maupun di rumah dinas. Dengan adanya doa dari para kiai, ada doa khataman Al Quran, Surabaya bisa menjadi kota yang baldatun thoyibatun warobbun ghofur," katanya.

Eri juga menyebut, jika nanti sudah menjadi wali kota, dirinya dan keluarganya akan tetap tinggal di rumahnya sendiri, tidak menetap di rumah dinas. Alasannya, rumah pribadinya saat ini sudah menjadi surga baginya.

"Saya sudah merasa nyaman tinggal di rumah saya sendiri. Istilahnya baiti jannati, rumahku adalah surgaku. Rumah dinas nanti akan tetap ditempati, tapi hanya akan digunakan untuk acara-acara atau rapat-rapat khusus saja. Jadi kami sekeluarga akan tetap tinggal di rumah pribadi. Doakan kami sekeluarga agar bisa istiqomah melakukan kebaikan untuk Surabaya," katanya.