Pertamina EP Asset 4 Turun Tangan, Cegah Perluasan Covid-19

Senin, 06 April 2020 05:06 WIB

Penulis:Asih

Karyawan Pertamina EP Asset 4 sibuk mempersiapkan distribusi APD.
Karyawan Pertamina EP Asset 4 sibuk mempersiapkan distribusi APD. undefined

Pertamina EP Asset 4 menyerahkan bantuan bilik disinfektan, 50 instalasi cuci tangan, 100 alat perlindungan diri (APD) hazmat, 200 lembar masker kain, 850 liter hand sanitizer, 2.500 lembar masker medis, penyemprotan disinfektan hingga 20 unit rapid test. 

Bantuan tersebut telah diserahkan pada lapangan – lapangan di bawah Asset 4. Yakni Sukowati Field untuk Kabupaten Bojonegoro dan Tuban, Cepu Field untuk Kabupaten Blora, Poleng Field untuk Kabupaten Gresik dan Kabupaten Bangkalan, Donggi Matindok Field untuk Kabupaten Banggai, serta Papua untuk Kota Sorong. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat melalui Dinas Kesehatan terkait 

"Secara berkala, bantuan tersebut akan kami serahkan kepada masyarakat melalui lapangan masing-masing. Selain inisiatif dari perusahaan untuk memberikan langsung, juga terdapat permintaan dari Bupati setempat seperti Bojonegoro yang meminta peralatan rapid test. Sejumlah bantuan itu diharapkan mampu membantu menangani penyebaran virus corona," kata Asset 4 Legal & Relation Manager, M Ibnu Wadhana, Sabtu (4/4/2020).

Sementara itu, pemberian bantuan peralatan rapid test kepada Kabupaten Bojonegoro, dimanfaatkan langsung oleh Pertamina EP Asset 4 Sukowati Field untuk melakukan pengecekan kepada pekerja yang baru saja datang ke wilayah Kabupaten Bojonegoro. Sukowati Field sendiri menerapkan sistem pekerja on-off dengan waktu kerja 14 hari secara bergantian.

“Setiap harinya, secara internal kita melakukan pemantauan. Seperti pengukuran suhu badan dan gejala sakit akibat Covid-19. Seperti batuk, demam atau sesak nafas. Semuanya terekam secara online dan dipantau oleh dokter perusahaan. Bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro, tujuh pekerja yang baru datang ikut dipantau kesehatannya, dan dengan rapid test semua hasilnya negatif Covid-19," imbuh Ibnu.

Selain melakukan pantauan kesehatan secara berkala, perusahaan juga menyediakan rumah singgah untuk para pekerja yang baru datang ke Bojonegoro. Perusahaan juga melakukan pemantauan selama 14 hari sebelum dapat melakukan aktifitas pekerjaan dan melaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat.

“Ke depan, akan ada pekerja rig yang datang secara bergantian. Mereka telah melakukan kerja berturut-turut selama tiga minggu. Prosedur ketat tentu akan kita terapkan. Sehingga semua pihak baik perusahaan dan masyarakat dapat merasa aman dan nyaman," tandas Ibnu. 

Dia mengatakan, upaya pencegahan penyebaran Covid–19 terus dilakukan, di bawah naungan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) melalui Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS), Pertamina EP Asset 4 melakukan serangkaian kegiatan di wilayah operasinya. Hal ini bertujuan menjaga agar masyarakat dan juga pekerjanya terhindar dari pandemik ini. “Pertamina EP telah menetapkan prosedur kesehatan terkait pencegahan penyebaran Covid-19 yang diikuti oleh pekerja dan mitra kerja. Selain itu kami juga menyerahkan beberapa bantuan kepada masyarakat," imbuhnya.

 Sejak Februari 2020, Pertamina EP melakukan pembatasan kegiatan perjalanan dinas maupun pribadi. Baik di dalam negeri maupun luar negeri. Perusahaan juga melakukan penundaan terhadap kegiatan rapat atau yang mengumpulkan massa hingga sosialisasi kepada pekerja dan keluarga terkait virus Covid-19 ini. "Pertamina EP berharap pandemik virus ini dapat segera berakhir. Sehingga kegiatan operasional perusahaan dan kegiatan masyarakat dapat berjalan dengan normal," pungkas Ibnu.