Sabtu, 04 April 2020 08:30 WIB
Penulis:Andri

Program Belajar di Rumah bagi siswa SMA/SMK di Jatim diperpanjang. Penyebabnya korban virus corona atau covid-19 di provinsi tersebut yang masih mengkhawatirkan.
"Kaitan dengan program belajar di rumah, kebetulan kami sudah ambil keputusan untuk diperpanjang," ujarnya Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Jumat (03/04).
Perpanjangan masa belajar di rumah untuk SMA/SMK ini sudah yang kedua kalinya, sejak ditemukannya pasien postif covid-19 di tanah air. Sebelumnya Pemprov Jatim telah mengeluarkan kebijakan ini mulai tanggal 16-29 Maret 2020.
Tetapi melihat kondisi penyebaran covid-19, Khofifah memperpanjang hingga 5 April 2020. Kini mantan Menteri Sosial itu mengeluarkan kebijakan dengan menambah lagi masa belajar di rumah hingga tanggal 19 April 2020.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Wahid Wahyudi menambahkan pengunduran masa belajar di rumah ini dikeluarkan seiring perkembangan covid-19 yang masih belum menunjukkan melandai. Dari semula berakhir tanggal 5 dan masuk 6 April 2020 diperpanjang. "Tetapi dengan melihat perkembangan covid-19 ini, maka masa belajar di rumah diperpanjang dua minggu ke depan," kata Wahid.
Bagikan