PERGURUAN TINGGI SENI JAJAGI PENDIRIAN DI BANYUWANGI

Minggu, 26 November 2023 11:50 WIB

Penulis:Andri

Editor:Andri

A-BANYUWANGI BUPATI ISI.jpg
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, I Nyoman Sukerna

BANYUWANGI I halojatim.com –  Rencananya akan ada kampus baru di Banyuwangi. Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta yang memiliki Fakultas Seni Pertunjukan dan Fakultas Seni Rupa dan Desain menawarkan kerja sama kepada Pemkab Banyuwangi.

 


"Kami berharap anak muda Banyuwangi bukan hanya menjadi seniman, tapi juga seniman akademis yang tumbuh dengan seni dan budaya di mana mereka hidup," kata Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta, I Nyoman Sukerna dalam keterangannya di Banyuwangi.

 

Kata dia, potensi besar di bidang seni budaya yang dimiliki Banyuwangi menjadi ekosistem pendidikan yang baik. Apalagi seni budaya tersebut masih lestari di tengah masyarakat, seperti halnya gandrung, barong, jaranan buto, trengganis, kuntulan, dan banyak lainnya.


 

Dengan demikian, kata Nyoman, para mahasiswa itu nanti bisa belajar langsung kepada para maestro seni di Banyuwangi, dan tentunya hal tersebut menjadi simbiosis kesenian yang baik.
Selain itu, kata Nyoman, kerja sama ini memungkinkan anak-anak Banyuwangi dan daerah sekitarnya dapat belajar lebih dekat, dan tidak perlu ke Surakarta atau ke kampus seni di luar kota lainnya.


 

"Kami (Institut Seni Indonesia Surakarta) siap berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi," kata dia.


 

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik tawaran kerja sama dari Institut Seni Indonesia Surakarta. Kata Ipuk, jika Pemkab Banyuwangi telah memiliki pengalaman yang cukup baik dalam kerja sama pembukaan kampus, seperti halnya kerja sama dengan Universitas Airlangga yang kampusnya di Banyuwangi terus berkembang.


 

"Ini tentu akan menjadi kabar gembira. Semakin banyak lembaga pendidikan, pasti dampaknya bagi daerah akan baik," kata Ipuk.


 

Bupati Banyuwangi menyampaikan tawaran kerja sama tersebut nantinya akan segera dilakukan kajian lebih mendalam. Ipuk mengaku ISI Surakarta telah menjadi mitra kerja sama Kabupaten Banyuwangi yang cukup lama, di antaranya dalam program Banyuwangi Cerdas yang memberikan beasiswa anak-anak Banyuwangi untuk menempuh kuliah seni di sana.(*)

LOMBA BALAP SEPEDA TOUR DE IJEN KEMBALI DILAKSANAKAN SETELAH EMPAT TAHUN VAKUM
BANYUANGI I halojatim.com – Kejuaraan balap sepeda internasional akan kembali dilaksanakan di Banyuwangi. Pemerintah setempat mengadakan International Banyuwangi Tour de Ijen setelah empat tahun absen karena pandemi Covid-19. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bahwa kejuaraan balap sepeda International Banyuwangi Tour de Ijen menjadi salah satu dari 79 agenda kalender event Banyuwangi Festival (B-Fest) 2024. "Sebanyak 79 event skala nasional hingga internasional bakal menjadi sajian menarik bagi wisatawan sepanjang tahun ini," katanya. Bupati Ipuk mengatakan, 79 event B-Fest 2024 terpilih berasal dari banyak usulan oleh berbagai pihak yang diseleksi oleh tim kurator. Seperti Tour Banyuwangi Ijen banyak kalangan yang meminta agar digelar kembali, sehingga pemerintah daerah setempat memutuskan tahun ini digelar. "Para kurator telah melakukan seleksi event-event yang diangkat masuk dalam kalender B-Fest 2024," kata Bupati Ipuk. Sebelumnya, lanjut Ipuk, International Banyuwangi Tour de Ijen merupakan salah satu event yang paling ditunggu masyarakat Banyuwangi. Karena selain memberikan suguhan atraksi sport tourism, juga mampu memberikan efek sosial dan ekonomi kepada masyarakat. "Event yang menghadirkan pembalap kelas wahid dunia ini bakal kembali digelar di Banyuwangi pada 22-25 Juli 2024," katanya. Bupati Ipuk mengatakan, setiap bulannya akan ada belasan event menarik yang bakal digelar di Banyuwangi dan menjadi daya tarik utama bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara. Selain International Banyuwangi Tour de Ijen, ada beberapa event berkelas juga akan meramaikan B-Fest tahun ini, di antaranya Banyuwangi Ethno Carnival 9-14 Juli, Gandrung Sewu 24-26 Oktober, Jazz Festival 24 Agustus, hingga tradisi kebo-keboan yang akan digelar pada 21 Juli mendatang. Event Gandrung Sewu dan Banyuwangi Ethno Carnival ini merupakan agenda yang masuk dalam agenda Kalender Event Nasional (KEN) Nusantara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (*)

2 tahun yang lalu