Peredaran Tak Lancar, BI Minta Masyarakat Menukarkan Uang Koinnya  

Sabtu, 18 Januari 2020 06:01 WIB

Penulis:Asih

Uang koin juga masih dibutuhkan masyarakat luas, sehingga BI merasa perlu untuk melakukan aksi penukaran uang koin dalam gerakan Peduli Koin Rupiah.
Uang koin juga masih dibutuhkan masyarakat luas, sehingga BI merasa perlu untuk melakukan aksi penukaran uang koin dalam gerakan Peduli Koin Rupiah. undefined

Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Jawa Timur melakukan gerakan Peduli Koin Rupiah. Aksi ini salah satunya dengan membuka loket penukaran uang koin di Kantor BI Jatim, Jalan Pahlawan Surabaya, Minggu (19/1/2020).

Aksi ini dilakukan karena sampai sejauh ini, BI merasa peredaran uang koin sangat lambat.

Banyak uang koin yang 'mandeg' di masyarakat dan tidak kembali ke BI. Sehingga BI merasa kesulitan untuk mengeluarkan uang logam kembali padahal banyak pihak terutama bidang usaha yang masih membutuhkan uang koin.

"Masyarakat itu banyak yang menyimpan uang logamnya dengan maksud untuk ditabung. Nanti kalau sudah banyak baru ditukar. Bisa dibelikan motor dan sebagainya. Bayangkan, beli motor Rp 25 juta dari uang koin. Berapa lama menabungnya, sehingga uang itu mandeg di masyarakat bertahun-tahun," jelas Kepala Kantor Wilayah Perwakilan BI Jatim, Difi Ahmad Johansyah di acara BI Bareng Media, Jumat (17/1/2020).

Dari data BI Jawa Timur, uang koin yang keluar dan yang masuk tidak seimbang. Pada 2017 lalu, BI Jatim mengeluarkan uang koin sebanyak Rp 45,359 miliar, namun yang masuk kembali ke BI sebesar Rp 1,237 miliar atau 2,72 persen. Pada 2018  uang koin yang dikeluarkan sebanyak Rp 42.070 dan yang masuk hanya Rp 0,788 miliar atau  1,91 persen. Pada 2019 yang dikeluarkan sebanyak Rp 39,077 miliar dan yang masuk kembali ke BI sebesar Rp 0,164 miliar atau 0,41 persen.

"Secara total uang  koin yang BI keluarkan selama tiga tahun terakhir itu sebesar Rp 125,506 miliar dan yang masuk kembali ke BI hanya Rp 2,189 miliar atau 1,74 persen. Sangat kecil yang kembali ke BI," tandas Difi.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran BI Jatim, Abrar menambahkan uang koin masih dibutuhkan masyrakat. Banyak kalangan usaha yang mengeluhkan sulitnya mendapatkan uang koin terutama para pengusaha ritel.

"Karenanya, BI mau menukar kembali uang koin yang ada di masyarakat, agar nanti BI bisa mengedarkannya kembali jika kondisinya masih bagus. Supaya uang koin masih bisa terus beredar. Karena uang koin ini masih banyak dibutuhkan dan masih menjadi alat pembayaran yang sah," tandas Abrar.

Untuk gerakan Peduli Koin Rupiah ini, BI Jatim menyiapkan modal Rp 1,7 miliar. Ada enam loket yang tersedia dan akan dilayani para pegawai BI. Dalam hal ini, Kepala Tim Pengelolaan Uang Rupiah BI Jatim, Achmad Fauzi mengatakan BI sengaja menggelar acara khusus di acara penukaran ini. Hal ini dilakukan agar masyarakat lebih antusias untuk melakukan penukaran.

Bahkan, BI Jatim menyediakan banyak hadiah bagi masyarakat yang menukarkan uangnya di hari itu. "Menukar minimal Rp 50 ribu, kita kasih kupon untuk diundi. Hadiah utamanya sebuah motor dan banyak hadiah hiburan lainnya," kata Fauzi.

Selain itu, jika masyarakat yang menukarkan uang koinnya jauh lebih besar dibandingkan jumlah modal yang disediakan, maka BI akan siap sedia menyediakannya.

"Kalau tidak sempat ke BI di Hari Minggu, maka kita sudah bekerjasama dengan beberapa bank yang ada di Surabaya ini untuk bisa melakukan penukaran uang koin," tandas Fauzi.