Minggu, 22 Maret 2020 01:39 WIB
Penulis:Andri

Sektor yang terkena dampak paling besar dengan merebaknya virus korona adalah jasa penerbangan. Itu terlihat di Bandara Internasional Juanda Surabaya.
''Biasanya ada 50 ribu lebih penumpang memanfaatkan fasilitas Bandara Juanda selama sehari. Tapi sekarang turun menjadi 40 ribu sampai 42 ribu per hari. Penerbangan internasional masih dilayani rute Hongkong dan Singapura,'' kata Manager Humas dan Hukum PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya Yuristo.
Guna mengantisipasi dua lini pergerakan penumpang, PT Angkasa Pura I pun membuat sejumlah kebijakan. Di antaranya yakni keseharusan penumpang datang untuk melintasi zona thermo scanner. Setidaknya ada tiga alat thermo scanner yang diaktifkan di dua terminal baik domestik maupun internasional.
Tujuannya mendeteksi suhu badan penumpang yang datang di Juanda. Selain itu untuk penumpang hendak bepergian harus dilakukan pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal gun.
Jika dua alat ini menunjukkan aktivitas penumpang dengan suhu badan tinggi atau sakit. Maka penumpang akan diberikan himbauan dan dilanjutkan ke petugas KKP Kelas I Surabaya.
“Kami juga terapkan pembatasan jarak tempat duduk dan antrian. Diharapkan menjaga jarak satu meter ini efektif menangkal penyebaran virus corona. Sedangkan untuk fasilitas umum di bandara juga dilakukan penyemprotan disinfektan. Sehingga pergerakan penumpang baik datang dan pergi bisa lebih nyaman dan aman dari virus corona,” jelas Yuristo.
Dia membantah jika Bandara Juanda akan tutup. Apalagi sampai saat ini tak ada tanda-tanda pelayanan publik di Bandara Juanda akan ditutup sementara. Hanya , sesuai surat edaran yang ada, beberapa negara yang melakukan lockdown sudah menutup penerbangan dari dan ke Indonesia.
Bagikan