Minggu, 06 Desember 2020 06:20 WIB
Penulis:Andri

Pemerintah Provinsi Jawa Timur mewaspadai libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Mereka memprediksi adanya potensi terjadinya lonjakan kasus baru positif Covid-19 akibat tingginya mobilitas masyarakat pada
"Menjelang libur panjang akhir tahun, kita bisa melihat data ketika terjadi interaksi masyarakat yang mobilitasnya tinggi, maka ada kecenderungan peningkatan kasus Covid-19 yang cukup signifikan," kata Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Khofifah mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Pemerintah Provinsi Jawa Timur, peningkatan interaksi masyarakat tersebut terjadi pada saat libur perayaan Idul Fitri, peringatan 17 Agustus, termasuk pada libur panjang akhir Oktober hingga awal November 2020. "Ketika melihat data seperti itu, tentu kita harus membangun kewaspadaan dan kehati-hatian, termasuk kesiapsiagaan, bahwa akan ada libur panjang akhir tahun," kata Khofifah.
Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melakukan koordinasi dengan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kabupaten/kota, termasuk instansi terkait seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi). "Pelapisan koordinasi ini memang harus kami lakukan dan tentu dengan cek lapangan," kata Khofifah.
Di Jawa Timur, saat ini ada empat daerah yang berstatus zona merah atau wilayah yang memiliki risiko tinggi penyebaran COVID-19, yakni Kabupaten Situbondo, Jember, Jombang, dan Kota Batu. (*)
Bagikan