Pemkot Surabaya Punya Sembilan Tim untuk Perbaiki Jalan

Minggu, 22 Februari 2026 11:50 WIB

Penulis:Andri

Editor:Andri

perbaikan jalan.jpg
Aktivitas perbaikan jalan di Surabaya yang dilakukan pada malam hari.

SURABAYA I halojatim- Pemerintah Kota Surabaya memberikan perhatian infrastruktur jalan. Pemerintah setempat menerjunkan sembilan tim satuan tugas jalan berlubang yang mampu menghabiskan hingga 60 ton aspal hotmix per hari untuk perbaikan jalan.

 

"Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) itu juga punya tim satgas khusus untuk perbaikan jalan, sama seperti di satgas drainase. Sehingga, setiap ada laporan atau temuan di lapangan, tim bisa langsung bergerak cepat tanpa harus menunggu lama,"  kata  Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya Syamsul Hariadi.

 

Katanya, satgas perbaikan jalan tersebut, terdiri dari sembilan tim yang terbagi dalam lima rayon. Mereka, ungkap Syamsul, setiap hari berkeliling untuk memantau kondisi jalan di seluruh wilayah Kota Surabaya.

 

"Kalau ada jalan berlubang itu dilaporkan, kemudian langsung ditindaklanjuti. Itu untuk percepatan perbaikan jalan, supaya aktivitas masyarakat tidak terlalu lama terganggu," katanya.

 

Selain patroli rutin, Syamsul menyebut, satgas juga aktif menerima laporan dari masyarakat melalui berbagai kanal resmi yang telah disediakan Pemkot Surabaya. Dari sisi anggaran, Syamsul memastikan pemeliharaan rutin jalan tahun ini dalam kondisi aman dengan alokasi yang relatif sama seperti tahun sebelumnya. Ia menyebut bahwa anggaran pemeliharaan rutin jalan tahun ini sekitar Rp40 miliar.

 

"Sekitar Rp40 miliar, hampir sama dengan tahun kemarin. Jadi di samping pembangunan (jalan), kita juga ada pemeliharaan," katanya.

 

Hal senada juga ditegaskan Kepala DSDABM Kota Surabaya Hidayat Syah yang memastikan respons tim di lapangan dilakukan secepat mungkin tanpa harus menunggu batas waktu 1 kali 24 jam. Mereka, katanya, begitu ada laporan atau temuan, tim segera kami arahkan ke lokasi.

 

‘’ Supaya kerusakan jalan tidak semakin melebar dan membahayakan pengguna jalan,” kata Hidayat. (*)