Pekerja Korban Pandemi Covid-19 di Jatim Mencapai 37.895 Orang

Selasa, 12 Mei 2020 22:12 WIB

Penulis:Asih

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto (kanan) bersama Sigit priyanto dari Dinas Ketenagakerjaan Jatim (tengah) menyerahkan bantuan sembako untuk para pekerja yang terdampak Covid-19. 
Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto (kanan) bersama Sigit priyanto dari Dinas Ketenagakerjaan Jatim (tengah) menyerahkan bantuan sembako untuk para pekerja yang terdampak Covid-19.  undefined

Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Disnaker Jatim, YP Puspita mengatakan secara total jumlah karyawan yang saat ini tidak memiliki pekerjaan mencapai 37.895 orang. Jumlah itu sesuai data di Disnaker Jatim per 11 Mei 2020. Rincian jumlahnya terdiri dari karyawan yang dirumahkan sebesar 32.532 pekerja dari 570 perusahaan dan PHK sebesar 5.363 pekerja dari 216 perusahaan.

“Yang banyak merumahkan karyawan dari perhotelan, restoran, alas kaki, tekstil dan garmen. Nampanya mereka yang paling banyak terdampak. Sementara yang banyak PHK itu dari sektor ritel, kayu, sosial kemasyarakatan serta hotel dan resto,” kata Puspita, Selasa (12/5/20202).

Diakui Puspita, pihaknya mencoba untuk mengutamakan musyawarah mufakaat untuk menyelesaikan masalah ini. Karena di tengah pandemi ini, persoalan yang ada di satu perusahaan dengan perusahaan yang lain tidaklah sama. “Kami tahu ini masalah semua. Keculitan semua orang. Karenanya, kami musyawarahkan kepentingan pekerja dengan perusahaan agar semua bisa legowo,” ungkapnya.

Karena kata Puspita, pihak perusahaan berkomitmen ketika kondisi sudah mulai membaik, maka pekerja yang dirumahkan bahkan yang di-PHK akan dipanggil untuk bekerja kembali. “Karena daripada mereka mencari pekerja baru, lebih baik yang sudah berpengalaman,” tandasnya.

Sementara itu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (BPJamsostek) hingga akhir Maret 2020 sudah menerima laporan ada 4.816 tenaga kerja yang diberhentikan (PHK). Jumlah ini akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya perusahaan dan industri yang menutup usaha karena pandemi Covid-19 ini.

Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Dodo Suharto mengatakan pihaknya mendengar kabar bahwa aka nada PHK 5.817 pekerja di Sidoarjo dalam waktu dekat ini. “Laporan yang kami terima sesuai dengan jumlah mereka yang menjadi peserta kami. Kalau ditambah dengan yang belum menjadi peserta, bisa jauh lebih besar,” ujar Dodo.

Diakui Dodo, data pertama yang diterimanya untuk jumlah tenaga kerja PHK, sebagian sudah mengambil hak-hak mereka sesuai ketentuan yang sudah diatur. Pada April 2020 lalu, dikatakan Dodo, BPJamsostek Jatim sudah mengeluarkan dana klaim sebesar Rp 1,1 triliun bagi pekerja korban PHK.

“Hampir 85 persen dari dana itu dikeluarkan untuk jaminan hari tua (JHT). Tapi saya salut, mereka yang sudah ambil klaim itu, langsung mendaftar kembali untuk jadi peserta untuk dua program yakni jaminan kecelakaan kerja (JKK) dan jaminan kematian (JKM),” tuturnya.

“Alasan mereka mendaftar kembali karena masih ingin kembali bekerja entah itu usaha sendiri atau bekerja lainnya. Serta mereka itu merasakan manfaat dengan menjadi peserta BPJamsostek,” tukasnya.

Ditambahkan Dodo, dari data yang diterimanya, sektor usaha yang paling banyak terdampak hingga mem-PHK karyawannya adalah perhotelan, restoran dan industri alas kaki. “Sebenarnya semua terkena dampaknya. Makanya kita juta mencoba meringankan beban pengusaha dengan adanya potongan iuran agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja,” ungkap Dodo yang mengaku jumlah peserta baru hingga April 2020 tumbuh 10 persen.