Pantai Tlangoh Bangkakan Madura Kini Jadi Jujukan Wisatawan

Kamis, 07 Januari 2021 04:40 WIB

Penulis:Asih

Pantai Tlangoh kini ramai dikunjungi wisatawan.
Pantai Tlangoh kini ramai dikunjungi wisatawan. undefined
Pantai Tlangoh yang berada di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkakan sudah ada dan dikenal masyarakat sekitar, sejak dulu. Air laut di kawasan pantai pasir putih itu dikenal memiliki khasiat bisa menyembuhkan segala penyakit sehingga banyak dikunjungi mereka yang ingin sembuh dari berbagai macam penyakit. 
 
Mereka yang ingin sembuh dari sakit gatal-gatal hingga stroke biasanya berendam sejak pagi buta hingga matahari bersinar.
 
Namun diakui Kepala Desa Tlangoh Kudrotul Hidayat kepopuleran Pantai Tlangoh tidak bisa membangkitkan perekenomian warga. Lebih dari itu pantai ini dipenuhi sampah. Sangat kotor. Nasib Pantai Tlangoh yang merana itulah yang membuat Kades dan anak-anak muda Desa Tlangoh mulai berpikir untuk menjadikan , sebagai objek wisata. 
 
“Karena itulah kami di awal 2020 mendiskusikan dengan teman-teman PHE WMO. Ternyata mendapat  sambutan, dan bahkan dukungan serta bimbingan,” kata Kudrotul.
 
Dengan bantuan PHE WMO, kawasan pantai disulap menjadi destinasi wisata yang sangat menarik. Tidak hanya bersih tapi dilengkapi berbagai fasilitas. pantai berpasir putih yang membentang sepanjang sekitar 2 kilometer itu bukan hanya terlihat bersih, tetapi juga dihiasi beraneka spot foto menarik. 
 
Destinasi wisata baru ini dibuka sekitar 7 bulan lalu, atau tepatnya sekitar  Mei 2020. Dibuka justru saat pandemi Covid-19 terjadi. “Covid-19 tidak menghalangi semangat anak-anak muda di Desa Tlangoh untuk bangkit,’ ungkap Kudrotul Hidayat.
 
Berkat dukungan PHE WMO, perangkat desa yang dipimpin oleh Kades kini bahu-membahu dengan anak-anak muda yang tergabung dalam Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) dan pemangku kepentingan lainnya mengubah pantai yang kumuh menjadi destinasi wisata keluarga andalan. 
 
Kini setidaknya ada 100 warga Desa Tlangoh yang hidup dari tempat wisata ini, mulai jadi penjaga pantai, petugas kebersihan, penjaga parkir, penjaga pintu masuk, penjual tiket, penjaga toiled, penjaga warung hingga pemilik warung. 
 
“Kami masih menabung untuk menambah wahana foto selfie dan mengembangkan permainan laut seperti parasailing, banana boat dan sejenisnya,” kata Kudrotul.
 
Memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan di Telangoh, melengkapi kebersilan PHE WMO saat mengembangkan Taman Pendidikan Mangrove (TPM) Labuhan, Program Wisata Laut Labuhan, Eco Edufarming Bandangdaja. 4 (empat) program unggulan itulah yang mengantarkan PHE WMO meraih Proper Emas di  2020 lalu.
 
"Program ini menitikberatkan pada sektor wisata melalui pengembangan pariwisata di pesisir utara Bangkalan, Jawa Timur dengan target mewujudkan One Belt One Road (OBOR) pariwisata setempat," kata General Manager PHE WMO Dwi Mandhiri.
 
 Proper Emas tahun diberikan pada  PHE WMO karena dinilai berhasil mengimplementasikan dengan baik kinerja lingkungan di internal perusahaan melalui upaya dan  inovasi-inovasi sektor sumber daya alam, serta kontribusi di eksternal perusahaan melalui payung program pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis pengelolaan lingkungan potensi alam di Bangkalan. 
 
Menurut Dwi Mandhiri, selain fokus pada pengembangan pariwisata di Pantau Utara, PHE WMO selama 2020 juga menyalurkan bantuan pendidikan untuk 199 siswa di Kecamatan Tanjungbumi, bantuan 3136 paket sembako untuk nelayan Desa Macajah, Tlangoh, Banyusangka dan Klampis Barat. 
 
Selain itu juga membantu UMKM Desa Bandangdajah PIRT hasl bumi serta enyediaan usaha intslasi air isi ulang. Sementara bantuan pengembangan usaha nelayan du Desa Tlangoh dan Klampis  Barat berupa alat tangkap rajungan.
 
Untuk bantuan fisik, antara lain, diwujudkan lewat renovasi jalan rusak di Desa Alas Kembang dan Banyusangka. Salah satu program lainnya adalah penyediaan tempat sampah segregasi untuk mendukung program sekolah lingkungan.
 
Dwi Mandhiri bersyukur dan bangga, karena pada tahun ini PHE WMO kembali meraih predikat Emas yang sebelumnya pernah dua kali diterima pada 2016 dan 2017. Penghargaan ini dapat diraih atas kerjasama yang baik, antara perusahaan dan masyarakat sekitar dalam implementasi program-program di bidang lingkungan dan pengembangan masyarakat. 
 
“PHE WMO terus berupaya mengembangkan program yang memunculkan kemandirian dan berkelanjutan serta dijalankan dalam sebuah mekanisme partisipatif yang melibatkan para pemangku kepentingan," kata Dwi Mandhiri.
 
Kini setelah keberhasilan itu, masih ada pantai lain yang menunggu sentuhan tangan dingin PHE WMO untuk didorong menjadi energi kebangkitan ekonomi dan kemandirian masyarakat pesisir Urara Madura. Diantaranya  adalah Pantai Pandela Lajing, Pantai Tengket Sepulu, dan Pantai Biru Telagabiru.
 
Posisi pantai-pantai itu  sesuai dengan semangat PHE WMO  program OBOR (One Belt One Road) pariwisata Bangkalan.  PHE WMO yang selama ini telah menghasilkan energi untuk negeri melalui produksi minyak dan gas, ingin menjadi energi pemberdayaan ekonomi masyarakat Bangkalan.