OPOP Penggerak Bangkitnya UMKM

Senin, 03 Januari 2022 20:02 WIB

Penulis:Asih

Editor:Asih

IMG-20220103-WA0002.jpg
OPOP menjadi pelopor bangkitnya UMKM di Jatim.

SURABAYA | halojatim.com -  Keberadaaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai backbound ekonomi nasional menjadi daya tarik tersendiri bagi pesantren untuk ikut mengembangkan program One Pesantren One produk (OPOP) yang digagas pemerintah. 

"Karena dalam populasi UMKM Jatim di dalamnya ada pesantren. OPOP yang dibangun dengan tiga pilar, yaitu santripreneur, pesantrenpreneur dan sosiopreneur ingin hadir menjadi bagian dari pengungkit ekonomi Jatim untuk capai pertumbuhan ekonomi sebesar 5 persen," ujar Sekretaris Jendral OPOP Jatim Muhammad Ghoforin. 

"Bicara santri, adalah memberi bekal enterpreneur kepada para santri. Bicara tentang pesantren adalah mendorong mereka menjadi pelaku koperasi pondok pesantren yang baik. Dan bicara tentang sosiopreneur, mereka pelaku usaha kecil menengah itu kita dorong menjadi pelaku usaha yang bagus," tambahnya. 

Baca Juga : 

Saat ini, jumlah produk yang dihasilkan oleh pondok pesantren di seluruh Jawa Timur mencapai lebih dari 550 produk unggulan. Produk tersebut juga telah dikerjasamakan dengan Rumah Kurasi Kadin Jatim untuk mengetahui apakah kualitasnya sudah layak dijual di pasar internasional, ataukah masih di pasar nasional atau justru masih berada di level padar regional. 

"Bahwa OPOP Jatim berkomitmen menjadi bagian dari peningkatan ekspor melalui kerjasama dengan rumah kurasi, kadin institute, Export Center Surabaya dan lain sebagainya. Intinya adalah produk OPOP, kita minta Kadin Jatim dan Bank Indonesia untuk mengkurasi. Dari sekian produk OPOP ini mana yang layak di level internasional, nasional dan regional. ini yang ingin kita capai," tandasnya.