perguruan tinggi
Minggu, 22 Januari 2023 18:39 WIB
Penulis:Asih
Editor:Asih

SURABAYA | halojatim.com – Mahasiswa Program Studi Desain Manajemen Produk Fakultas Industri Kreatif (DMP FIK) Universitas Surabaya (Ubaya), Tiara Astika Santoso, membuat mainan edukasi.
Mainan itu berupa panggung boneka bernama NOLA’s yangvmengangkat tema cerita panji, yakni cerita rakyat Keong Mas.
Ide membuat NOLA’s, kata Tiara, dilatarbelakangi fenomena banyak anak zaman sekarang yang tidak mengetahui legenda atau dongeng cerita rakyat di Jawa Timur bahkan di Indonesia.
Permasalahan tersebut juga didukung dengan adanya kemajuan teknologi dan komunikasi dari media asing yang membuat anak-anak jarang berinteraksi dengan orang tua.
Karena itu, NOLA’s dirancang sebagai solusi bagi para orang tua untuk memberikan pengetahuan ke anak tentang cerita rakyat secara lebih fun.
"Pengemasannya dalam bentuk panggung boneka membuat mainan ini dapat dimainkan bersama sehingga menumbuhkan interaksi anak dengan orang tua,” ujarnya.
Ia menambahkan, cerita Keong Mas dipilih karena merupakan salah satu cerita panji asli Jawa Timur yang memiliki banyak nilai kearifan lokal.
Menurutnya, kisah pewayangan ini mengajarkan nilai-nilai keteladanan yang dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.
Mainan ini berisi panggung boneka berukuran 35cm x 40cm x 16cm, buku panduan, buku cerita, serta karakter mainan. Karakter tersebut terdiri dari Candra Kirana, Dewi Galuh, Nenek, Keong Mas, Penyihir dan Raja Kertamarta.
Pemilihan bentuk panggung boneka terinspirasi dari gabungan bentuk panggung permainan wayang boneka dan candi yang ada di Kediri.
“Bentuk candi di Kediri diaplikasikan
pada bentuk ornamen serta pilar di bagian kanan dan kiri panggung boneka,” imbuhnya.
Sedangkan untuk pemilihan warna ditentukan sesuai hasil kuesioner studi model pada target pengguna, yaitu orang tua dan anak-anak.
Cara memainkannya adalah pertama-tama pengguna membuka buku cerita untuk melihat tokoh dan latar tempat sesuai alur cerita. Kemudian, karakter bisa dimasukan ke atas panggung boneka.
Pengguna bisa menggeser karakter ke kanan dan ke kiri. Background panggung boneka juga dapat diubah sesuai alur cerita yang sedang dibacakan dengan cara memutar tiang kayu pada bagian kiri panggung boneka.
Setelah selesai bermain, karakter bisa disimpan di laci yang sudah disediakan.
Dosen pembimbingnya, Wyna Herdiana, mengatakan karya yang Tiara buat merupakan salah satu output dari pembelajaran di FIK Ubaya yang saat ini tengah fokus mengembangkan produk kreatif bertema cerita panji.
“Harapannya, karya Tiara dapat menginspirasi generasi muda untuk semakinpeduli terhadap pengenalan cerita rakyat,” ujar Wakil Dekan I FIK Ubaya itu.
Bagikan
perguruan tinggi
2 tahun yang lalu