Sabtu, 27 Maret 2021 06:33 WIB
Penulis:Andri

Peralihan musim akan terjadi di Jawa Timur. Dari musim hujan ke musim kemarau. Sehingga masyarakat diminta untuk mewaspadai sejumlah potensi bencana hidrometeorologi.
"Rata-rata akhir Maret sampai dengan April sudah masuk musim peralihan," kata Kasi data dan informasi BMKG Juanda Teguh Tri Susanto
Dia mengatakan saat peralihan musim seperti sekarang ini masyarakat diminta untuk mewaspadai terjadinya kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor atau juga angin kencang dan juga puting beliung.Pihaknya juga sudah mengeluarkan peringatan dini terkait dengan pancaroba atau masa peralihan musim dari musim hujan ke musim kemarau.
Tri mengatakan, pancaroba ini bukan musim tetapi masa peralihan musim yang ditandai oleh kondisi cuaca yang tidak menentu, dari panas tiba-tiba hujan, dari angin tenang tiba-tiba berubah angin kencang dan sebagainya. "Waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem seperti terjadinya puting beliung, hujan lebat disertai petir, hujan es," katanya.
Ia mengatakan, dampak yang ditimbulkan dari peralihan musim ini di antaranya adalah banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencan, pohon tumbang dan juga jalan licin.
Masyarakat, katanya, bisa melakukan perbaikan atap rumah untuk antisipasi cuaca ekstrem, memeriksa pohon papan reklame atau baliho.
"Kemudian masyarakat juga bisa membersihkan sampah yang menghambat laju air, waspadai gangguan kesehatan dengan menjaga ketahanan tubuh, menjaga kebersihan lingkungan untuk menghindari demam berdarah serta mengikuti perkembangan informasi cuaca di media sosial milik BMKG," katanya.
Bagikan