#surabaya bangkit
Minggu, 23 Januari 2022 23:20 WIB
Penulis:Andri
SURABAYA I halojatim.com - Sebanyak 18 lahan Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) yang tersebar di berbagai titik di Kota Surabaya. Lahan tersebut tak dibiarkan menganggur. Saat ini ditanami sejumlah tanaman pangan guna memperkuat ketahanan pangan.
"Kami memanfaatkan lahan BTKD untuk menyejahterakan warga sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kota Pahlawan. Kami mendampingi warga Surabaya untuk mengelola lahan BTKD yang ditanami tanaman pangan," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Antiek Sugiharti.
Adapun 18 lahan BTKD itu adalah BTKD Jambangan, Kelurahan Sumber Rejo, Sambikerep, Lakarsantri, Kelurahan Jeruk RW 03, Persil 12 RW 13 Kelurahan Kebraon, Rusun Warugunung, Kecamatan Wonocolo, Tambak wedi, Bangkingan, Kutisari Indah Utara, Kutisari Indah Utara VIII Dekat Pasar, Pakal Jalan Kauman, Taman Balas Klumprik, Wonocolo 2, Medokan Asri, Wonocolo 3, Medayu Kosaghra Rungkut.
"Dari 18 lahan BTKD itu, ada enam lahan yang dikelola langsung oleh kelompok warga dan kami intens mendampingi mulai awal hingga akhir. Enam BTKD itu diantara yang di Kutisari, Wonocolo, dan Medokan Asri Kosaghara dan tiga BTKD lainnya," katanya.
Ia juga memastikan bahwa di lahan-lahan BTKD itu ditanami tanaman pangan seperti ketela pohon dan tanaman pangan lainnya, termasuk pula tanaman hortikultura seperti sayur, tomat, terong, cabe dan tanaman hortikultura lainnya. Bahkan, kata dia, beberapa di antaranya sudah panen seperti beberapa hari telah panen jagung dan cabai.
Selain lahan BTKD ditanami pangan, kata Antiek , sejumlah lahan kosong milik Pemkot Surabayajuga digunakan warga untuk budidaya ikan. Bahkan, kata dia, panen lele di lahan kosong atau BTKD di kantor Kelurahan Jambangan, Sabtu (22/1).
"Kami panen lele di Kelurahan Jambangan. Kebetulan di tempat itu, pihak kelurahan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk melakukan budidaya ikan lele. Kami panen ikan sekitar 1 kwintal di Kelurahan Jambangan," katanya. (*)
Bagikan