Majelis Dzikir RI-1 Minta Polemik Edukasi Wisata Glow Di Kebun Raya Bogor Dihentikan

Selasa, 20 Desember 2022 11:22 WIB

Penulis:Redaksi

kebun raya bogor.jpg

Bogor - Majelis Dzikir RI-1 menggelar Aqiqah Akbar Habib Syeh Abubakar Bin Salim pada Minggu malam. Pengajian akbar yang dihadiri oleh para kyai, alim ulama, habaib, tokoh masyarakat, Paku Banten Indonesia, Aliansi Budayawan Indonesia, Forum Masyarakat Indonesia Peduli Kebun Raya Bogor dan Pengurus serta anggota Majelis Dzikir RI-1 Perwakilan Kabupaten Kota maupun Propinsi dari seluruh Indonesia ini berlangsung khusyuk dan hikmat.

Presiden Majelis Dzikir RI-1, Habib Salim Jindan dalam ceramahnya menyatakan bahwa kegiatan Aqiqah Akbar Habib Syeh Abubakar Bin Salim merupakan bentuk syukur atas kelahiran putranya.

Selain itu, pengajian akbar ini juga menjadi salah satu kegiatan Majelis Dzikir RI-1 untuk mendoakan bangsa Indonesia yang saat ini sedang mengalami banyak bencana dan juga mudahnya tercipta konflik di masyarakat akibat perbedaan pendapat.

“Kami mendoakan agar bencana alam seperti gempa bumi, gunung meletus dan berbagai bencana lainnya bisa segera mereda dan masyarakat kembali hidup normal. Melalui Aqiqah Akbar ini kami juga menyerukan agar berbagai konflik yang ada di Indonesia dihentikan. Masyarakat Indonesia butuh solusi dan aksi yang diridhoi oleh Allah SWT agar kehidupannya semakin baik,” jelas Habib Salim Jindan dalam keterangannya Selasa, 20 Desember.

Dalam kesempatan itu, Habib Salim juga menunjuk polemik yang terjadi di antara budayawan Kota Bogor terhadap program Glow, yang menjadi program edukasi wisata di Kebun Raya Bogor.  

Menurutnya polemik tersebut harus dihentikan.  Apalagi para budayawan sudah menerima dan memahami  program Glow. Seperti ketua umum aliansi budayawan Jawa Barat Imam Sobari yang mendesak polemik diakhiri.

"Kebun Raya Bogor adalah aset dan ikon cagar budaya Indonesia. Kami bersama Para Habaib , Para Alim Ulama Kota Bogor maupun Provinsi Jawa Barat dan Aliansi Budayawan Indonesia meminta agar polemik tentang Glow dihentikan dan sama-sama mendorong kemajuan dan kemanfaatan aset bangsa ini," Kata Habib Salim.

Ia menambahkan, Majelis Dzikir RI-1 sudah memfasilitasi silaturahmi bersama antara budayawan dan PT MNR yang hasilnya sangat positif.

"Tidak ada alasan lagi untuk demo dan terus berpolemik, mencari-cari masalah, bersikap berlebihan yang  sengaja menciptakan situasi yang tidak kondusif di Kota Bogor," tegas Habib Salim.

Silaturahmi Bersama antara para budayawan Kota Bogor dan PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai mitra pengelola Kebun Raya Bogor telah berlangsung pada 21 Oktober 2022 di Kebun Raya Bogor. Kegiatan itu juga dihadiri oleh Walikota beserta Forkopimda Kota Bogor. Pada kesempatan itu para budayawan menyampaikan usulan dan tuntutan kepada PT MNR dan juga telah mendapat tanggapan dari perusahaan.  

Menindaklanjuti pertemuan itu, Majelis Dzikir RI-1 melakukan kajian atas tuntutan para budayawan dan fakta yang disampaikan oleh pihak PT MNR. Menurut Habib Salim, tuntutan yang disampaikan oleh para budayawan Bogor sangat baik.

Namun, tuntutan yang disampaikan pada pertemuan 21 Oktober akan terkesan sangat berlebihan dan tidak adil, bilamana wisata Edukasi semacam Glow tidak dihadirkan dalam bingkai yang lebih baik dan lebih edukasi.

Menurutnya, dari penjelasan PT MNR, program Glow dijalankan dengan sistem pengawasan yang ketat, terkontrol dan mengikuti semua ketentuan yang ada. Terhadap aktivitasnya juga sudah dilakukan riset ilmiah oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan tidak ada dampaknya terhadap ekosistem. Areanya juga sangat terbatas di luar situs-situs budaya dan materi yang disampaikan bernilai edukasi.

"Kami menghargai upaya rekan-rekan budayawan Kota Bogor untuk menjaga marwah Kebun Raya, tetapi jangan menggunakan asumsi yang tidak jelas dasar ilmiah dan akurasinya atas program-program di Kebun Raya Bogor, termasuk Glow. Kita tidak boleh bersikap dzolim dan menghukum pihak lain dengan sesuatu yang tidak ada faktanya," ujar Habib Salim yang juga seorang advokat.

Habib Salim menjelaskan, sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai budaya Kota Bogor, Majelis Dzikir RI-1 telah meminta kepada PT MNR untuk mengubah program wisata edukasinya menjadi Pakwan Glow Padjajaran atau Pakwan Cahaya Padjajaran, Itu sebabnya dalam Aqiqah Akbar, Habib Salim mengajak seluruh elemen bangsa di mana pun berada untuk ikut mengawasi kelanjutan program edukasi wisata tersebut.

"Jika nantinya program ini menciptakan maksiat, merusak moral dan berdampak buruk terhadap ekosistem Kebun Raya Bogor, Majelis Dzikir RI-1 akan berada paling depan membubarkan Pakwan Glow Padjajaran. Saya percaya PT MNR yang sudah terpilih oleh BRIN (Badan Reset Nasional) untuk mengelola Kebun Raya Bogor, tidak punya niat jahat dengan program edukasinya ini," imbuh Habib Salim.

Ketua Umum Paku Banten Indonesia, Tabe Asep Anshori selaku ormas Pemersatu seni dan budayawan Indonesia mengajak seluruh elemen budayawan untuk bersatu dan berkolaborasi menjaga nilai-nilai budaya, termasuk berbagai kekayaan budaya di Kebun Raya Bogor. Namun demikian Paku Banten juga meminta para budayawan untuk menghormati setiap inovasi yang dihadirkan oleh pengelola guna menjadikan Kebun Raya Bogor sebagai tujuan wisata dan referensi ilmu pengetahuan masyarakat.

"Keberadaan Kebun Raya Bogor bukan monopoli budayawan atau warga Bogor saja. Sebagai aset bangsa, Kebun Raya Bogor harus memberi manfaat dan kemajuan kepada masyarakat luas dan berbagai kelompok budayawan di Indonesia. Termasuk memenuhi kebutuhan generasi muda terhadap informasi dan ilmu pengetahuan tentang keragaman hayati di kebun raya itu sendiri, serta menghadirkan kekaguman, kesan yang luar biasa terhadap kebun raya bogor dan kebesaran Allah SWT,  indah cahaya, luas ilmu Allah lautan dijadikan tinta tidak cukup,” ujarnya.

Habib Salim juga menyampaikan sebagai tindak lanjut dari program edukasi wisata Pakwan Glow Padjajaran, Majelis Dzikir RI-1 bersama Para Alim Ulma, Para Habaib, Kyai,Ustadz, Para Tokoh, Pondok- Pondok Pesantren, Majelis-majelis Dzikir, Majelis-majelis taklim, LSM-Ormas, Paku Banten Indonesia, Aliansi Budayawan Indonesia, Forum Masyarakat Indonesia Peduli Kebun Raya Bogor, Pemerhati Lingkungan, Budayawan Kota Bogor dan Elemen Masyarakat lainnya akan menggelar pengajian Akbar dan doa bersama di Kebun Raya Bogor, dalam menyambut Program Wisata Edukasi ‘Pakwan Cahaya Padjajaran’, yang dapat menghadirkan iman, menyebarkan iman. Sungguh hidup di dunia sementara, akhirat selama lamanya, la ilaha illaAllah.

“Kami berharap berbagai polemik yang ada di Kota Bogor, seperti Glow ini berhenti. Program-program edukasi positif di Kebun Raya Bogor bisa memberikan kemajuan bagi bangsa Indonesia, termasuk meningkatkan manfaat ekonomi ke masyarakat sekitarnya,” tutup Habib Salim.