KHOFIFAH INGATKAN WARGA JATIM SAAT LIBUR PANJANG

Selasa, 27 Oktober 2020 04:37 WIB

Penulis:Andri

Pantai Kenjeran Surabaya yang ramai ketika libur panjang.
Pantai Kenjeran Surabaya yang ramai ketika libur panjang. undefined

Pemerintah sudah menetapkan cuti bersama mulai 28 Oktober-1 November.  Namun, bukan berarti semua bisa bebas. Bahkan, semua menjadi waswas. Ini karena situasi yang masih pandemi Covid-19.

Bahkan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta warganya waspada terhadap potensi penularan Covid-19. Belajar dari pengalaman sebelumnya, kondisi momen libur panjang pernah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 yakni pada libur Lebaran dan peringatan HUT RI pada Agustus.

"Banyaknya warga yang liburan dengan mudik ke kampung halaman menjadi salah satu faktor munculnya klaster liburan dan juga klaster keluarga," katanya Senin (26/10/2020).

Khofifah meminta warga untuk belajar dari pengalaman sebelumnya, apalagi masih ada perilaku yang mengabaikan protokol kesehatan saat bepergian ke tempat wisata. Dia mempersilahkan warga berwisata , tetapi saat pandemi belum berhenti penyebarannya, maka sementara yang berwisata di tempat terbuka.

''Yang lansia dan ada penyakit bawaan atau komorbid tolong sementara tetap di rumah saja," kata Khofifah.

Dia mengatakan, saat ini berkat kepatuhan masyarakat Jatim, kini tren kasus Covid Jatim sudah melandai bahkan sudah bebas dari zona merah. Khofifah tak ingin usai liburan, angka positivity rate Jatim kembali melonjak.

''Tetap waspada dengan menerapkan ketat protokol kesehatan. Pandemi belum usai," katanya.

Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim pun telah berkoordinasi dan meminta seluruh pengelola wisata baik perhotelan dan restoran di Jatim untuk memperketat protokol kesehatan.