#liga4
Selasa, 20 Januari 2026 07:30 WIB
Penulis:Andri
Editor:Andri

JEMBER I halojatim- Persida Sidoarjo akhirnya menelan kekalahan di Liga 4 Jawa Timur 2025/2026. Ini setelah tim asal Kota Udang, julukan Sidoarjo, menyerah 1-2 (0-0) dari tuan rumah Persid Jember dalam pertandingan Grup KK yang dilaksanakan di Stadion Jember Sport Garden pada Senin sore (19/1/2026).
Dua gol Persid lahir dari bola-bola mati. Gol pertama yang terjadi di menit ke-57 tercipta dari tembakan bebas Akhmad Dedi menit ke-50 dan tendangan penalti Ghifari Vaiz Aditya di masa perpanjangan waktu babak kedua. Laskar Jenggolo, julukan Persida, sempat menyamakan kedudukan melalui Sandy Kusuma menit ke-58.
Yang menyakitkan adalah lahirnya gol kedua. Keputusan wasit Lukman Adiputra memberikan hadiah tendangan penalti sangat janggal. Bagaimana tidak, dia menganggap adanya pelanggaran dari pemain Persida Rayhan Putra Bayu Aji kepada pemain lawan.
Padahal, dari rekaman pertandingan terlihat, pemain Persid membenturkan sendiri tubuhnya kepada Rayhan. Selain itu, posisi pemain tuan rumah juga tidak berpotensi gol.
‘’Saya tidak mengambil pemain Persid. Tiba-tiba dia jatuh sendiri,’’ jelas Rayhan.
Pertandingan sempat terhenti lama. Kubu Persida tidak mau menerima keputusan penalti gaib itu. Namun, setelah beberapa lama, akhirnya Adi Setya dkk menerima. Sebenarnya penalti Ghifari tidak terlalu keras. Hanya, kiper Fahmi Idris sudah membawa ke arah yang berlawanan.
Sebenarnya, secara permainan, Persida masih unggul dibandingkan tim lawan yang dilatih mantan pemain PSSI Garuda II, proyek jangka panjang PSSI di tahun 1990-an yang gagal. Persid hanya mengandalkan permainan bola-bola panjang.
‘’Kecewa pasti karena secara permainan Persida masih lebih baik dibandingkan Persid. Keputusan wasit membuat kami sangat kecewa,’’ jelas Pelatih Persida Kodari Amir usai pertandingan.
Bahkan, seharusnya Persida bisa unggul lebih. Sebuah peluang emas di depan gawang gagal dituntaskan penyerang senior Ridwan Pri Handoko menjadi gol. Sontekannya melambung. Begitu juga keputusan wasit Lukman dengan membiarkan pertandingan tetap berjalana saat Ridwan ditebas pemain Persid di babak kedua.
‘’Saya sudah mulai curiga dan kehilangan kepercayaan kepada wasit,’’ ucap Kodari.
Dengan kekalahan ini, untuk sementara, Persida menjadi juru kunci. Sebaliknya, Persid memuncaki Grup K. Dalam pertandingan sebelumnya, Perseba Bangkalan dan PS Mojokerto Putra bermain imbang 0-0.
Kans Persida lolos ke babak delapan besar atau fase paling menentukan untuk menjadi wakil Jatim di tingkat nasional akan ditentukan dalam dua pertandingan berikut. Besok, Rabu (21/1/2026), Persida akan menghadapi Perseba dan dua hari berikutnya (23/1/2026) melawan PSMP.
‘’Mau tidak mau, melawan Perseba dan PSMP harus dimenangkan. Semoga Persida bisa lolos ke babak delapan besar,’’ tandas Kodari. (*)
Bagikan