Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Kediri Temukan Bahan Makanan Mengandung Boraks dan Pewarna Bahaya

Sabtu, 18 Maret 2023 06:56 WIB

Penulis:ifta

Screenshot 2023-03-18 065502.jpg
Jelang Ramadhan, Tim Gabungan Kediri Temukan Bahan Makanan Mengandung Boraks dan Pewarna Bahaya

Kediri, Halojatim.com- Menjelang bulan Ramadhan 2023, petugas gabungan dari Pemerintah Kota Kediri menggelar sidak bahan makanan ke sejumlah pasar pada Jumat (17/3). 

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Loka POM, dan Labkesda melakukan sidak di sejumlah pasar tradisional yang banyak menjual bahan makanan. 

Dari hasil sidak ini, tim gabungan melakukan uji sampel terhadap sejumlah bahan makanan.

Hasilnya ditemukan sejumlah zat berbahaya yang dicampur di dalam makanan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, dr Fauzan Adima mengatakan sidak difokuskan pada dua lokasi yakni Pasar Pahing dan Pasar Mrican. 

“Sebelum ramadhan, kita awali dengan sidak bahan baku di pasar karena kita ingin mengetahui apakah bahan bahan tersebut memenuhi syarat untuk diolah dan laik konsumsi. Apalagi bahan makanan tersebut biasa digunakan pelaku usaha untuk membuat makanan takjil,” jelasnya dilansir dari laman resmi Pemkot pada Sabtu (18/3).

Dalam sidak, tim gabungan menyisir sejumlah pedagang dan mengambil 21 bahan makanan yang digunakan sebagai uji sampel. 

Di antaranya krupuk mentah, mie basah, teri nasi, cumi kering, cincau, cendol, tahu, dll. 

Dari hasil sidak ditemukan beberapa sampel bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya seperti pewarna sintetis rhodamin B, formalin dan boraks. 

“Ada beberapa komoditas yang positif mengandung barang berbahaya dan juga pewarna sintetis yang dilarang untuk makanan. Untuk krupuk yang berwarna merah cerah, hari ini kita temukan 1 sampel yang positif mengandung pewarna sintetik rhodamin B. Selanjutnya sampel ikan asin, cumi kering, teri nasi yang positif mengandung formalin serta cincau, krupuk puli dan mie basah yang positif mengandung boraks,” tuturnya.

Adanya temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan koordinasi lintas sektor serta memberikan edukasi dan sosialisasi ke masyarakat tentang bagaimana cara memilih makanan yang baik untuk dikonsumsi. 

Rusdia Fatatik, Perwakilan Loka POM Kediri menuturkan, masyarakat harus teliti dan cermat dalam memilih bahan makanan yang akan diolah untuk dikonsumsi. 

Rusdia menjabarkan ciri-ciri makanan yang mengandung bahan berbahaya di antaranya berwarna cerah dan tajam, tidak dihinggapi lalat, berwarna putih bersih dan cenderung kenyal untuk bahan yang mengandung boraks. 

“Kita akan menghimbau pedagang supaya tidak memperjual belikan barang atau bahan baku yang berbahaya dan memberi pengarahan untuk berhati-hati untuk memilih bahan baku yang diperjualbelikan. Untuk masyarakat juga harus pandai menjadi konsumen yang cerdas, jika melihat ciri-ciri yang disebutkan tadi mohon untuk tidak dipilih,” ungkapnya. ***