Rabu, 15 Januari 2020 15:54 WIB
Penulis:Asih

Bank Jatim melakukan inovasi guna membidik segmen milenial untuk menjadi nasabah. Bank milik Pemprov Jatim itu mengeluarkan produk baru di bidang teknologi informasi, Jatim Pay.
Sistem pembayaran ini sama seperti platform digital pembayaran lainnya yang sudah ada yang bisa digunakan untuk segala macam fungsi pembayaran.
Pgs Direktur Utama Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengatakan di 2020 Bank Jatim memang fokus untuk pengembangan teknologi informasi.
“Dan untuk membidik kaum milenial memang harus dengan pengembangan teknologi. Anak muda zaman sekarang ingin yang simpel,” ujar Ferdian, baru-baru ini.
Menurut Ferdian, potensi kaum milenial ini sangat besar. Sampai saat ini nasabah Bank Jatim dari kaum milenial hanya 10 persen dari total nasabah yang mencapai 5 juta.
“Jadi masih sangat kecil jumlah nasabah milenial ini. Dengan berbagai cara kami akan menggaetnya untuk menjadi nasabah. Selama ini Bank Jatim ini dikenal sebagai Bank-nya para PNS, kami ingin menepis image itu,” jelas Ferdian.
Jatim Pay ini bisa diunduh di Playstore atau Appstore melalui ponsel. Tidak harus menjadi nasabah Bank Jatim untuk bisa mengunduh aplikasi ini. Karena Jatim Pay secara umum sama dengan aplikasi pembayaran lainnya.
Selain itu, Bank Jatim juga berencana untuk memperkenalkan Jatim Code. Launching Jatim Code ini akan dilakukan di sebuah tempat wisata di Banyuwangi.
Diperkenalkannya Jatim Code ini sesuai dengan instruksi Bank Indonesia yang memperkenalkan system pembayaran yang terintegrasi yakni Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).
Selama ini kata Ferdian, transaksi di Bank Jatim masih terkotak-kotak, tapi dengan adanya Jatim Code semua akan terkoneksi. “Bisa digunakan di mana saja. Tinggal akan barcode semua terkoneksi,” tukasnya.
Bank Jatim pundi 2020 mendatang juga akan melakukan digitalisasi dalam sistem pelayanan.
Di antaranya pembukaan rekening dan pelayanan kredit secara online. Semua itu dilakukan kata Ferdian, untuk meningkatkan pertumbuhan di 2020 yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan 2019.
“Di 2019 kami berhasil tumbuh 15 persen jauh di atas rata-rata pertumbuhan industri yang mencapai 7 persen,” tukasnya.
Bagikan