Kamis, 24 Agustus 2023 21:52 WIB
Penulis:Asih
Editor:Asih

JAKARTA | halojatim.com - Badan Kepolisian Nasional Jepang (NPA) menyebutkan jumlah kecelakaan lalu lintas mematikan meningkat.
Terutama kecelakaan itu yang disebabkan oleh pengemudi mobil dan sepeda motor lansia berusia 75 tahun ke atas. Pada 2022 jumlah lakalamtas itu mencapai 379.
Angka ini meningkat 33 dari tahun sebelumnya.
Dikutip TrenAsia.com dari Japan Times pada Kamis, 24 Agustus 2023, NPA memperkirakan bahwa salah satu alasan dibalik naiknya angka kecelakaan ini adalah peningkatan populasi penduduk berusia 75 tahun ke atas yang memiliki SIM, generasi baby boomer, atau mereka yang lahir antara tahun 1947 hingga 1949 yang mulai mencapai usia tersebut.
Dari ke 349 kecelakaan ini, 105 kasus disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas yang fatal yaitu akibat kesalahan berkendara, termasuk salah mengoperasikan kemudi dan salah menginjak pedal gas bukan rem.
Dari kasus-kasus kecelakaan ini, tercatat sebanyak 392 orang tewas. Adapun angka tersebut terdiri dari 235 orang pengemudi sendiri, 41 orang sesama penumpang, dan 116 lainnya berusia 4 tahun dan 97 tahun.
Akibat terjadinya serangkaian kecelakaan yang disebabkan oleh pengemudi lansia ini, undang-undang lalu lintas jalan raya Jepangpun direvisi.
Revisi undang-undang terbaru mulai berlaku pada Mei tahun lalu dimana pengemudi berusia 75 tahun ke atas yang memiliki riwayat pelanggaran lalu lintas wajib mengikuti tes keterampilan mengemudi ketika ingin memperbarui SIM mereka.
Sebanyak 77.083 dilaporkan mengikuti tes keterampilan hingga akhir Desember tahun lalu, dan sekitar 90% dinyatakan lulus tes tersebut.
NPA mengatakan akan menganalisis kecelakaan yang disebabkan oleh peserta tes dan mempertimbangkan tindakan pencegahan yang sekiranya diperlukan.
Tulisan ini telah tayang di www.trenasia.com oleh Rumpi Rahayu pada 24 Aug 2023
Bagikan