Himbau Penjual Pecel Lele Tak Pulang

Minggu, 29 Maret 2020 02:48 WIB

Penulis:Andri

Ilustrasi penjual pecel lele
Ilustrasi penjual pecel lele undefined

Para  perantau Lamongan tahu diri. Mereka memilih tak mudik ke daerah asalnya.

 Bupati Lamongan Fadeli mengatakan  para perantau tersebut mayoritas berprofesi sebagai pedagang kaki lima (PKL). Seperti berjualan Pecel Lele, Tahu Campur dan beragam makanan lainnya. Namun, hampir 80 persen penjual Pecel Lele, khususnya di Jakarta adalah orang Lamongan

“Kami terus mengimbau pada mereka (perantau dari Lamongan) agar tidak mudik Lebaran. Kalau mudik nanti malah repot,” ujarnya kepada wartawan   usai bertemu dengan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu sore (28/3/2020).

Meski sudah diimbau agar tidak mudik, Fadeli mengaku saat ini ada sekitar 900 perantau sudah pulang ke Lamongan. Setibanya di kampung halaman, mereka langsung menjalani cek kesehatan.

Hasilnya, tidak ada satupun yang berstatus positif Covid-19. “Saat ini statusnya masih ODR (orang dengan risiko). Mudah-mudahan tidak ada yang positif,” katanya