HARGA CABAI IKUT PENGARUHI TURUNNYA INFLASI DI JATIM

Selasa, 02 Maret 2021 05:25 WIB

Penulis:Andri

Hujan mempengaruhi harga cabai di Jawa Timur
Hujan mempengaruhi harga cabai di Jawa Timur undefined

Inflasi di Provinsi Jawa Timur pada Februari 2021 mengalami penurunan. Tercatat  0,22 persen mont to month. Penyebabnya beberapa hal. Seperti kenaikan harga sejumlah komoditas seperti cabai rawit, cabai merah, tarif jalan tol, dan angkutan udara.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengatakan inflasi Februari ini lebih rendah jika dibandingkan inflasi pada periode sama 2020 yakni 0,53 persen. Selain itu, dari 8 kota yang menghitung Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jatim, semuanya mengalami inflasi kecuali Kota Malang mengalami deflasi -0,01 persen.

“Untuk inflasi dari 8 kota IHK, yang tertinggi inflasinya ada di Surabaya 0,29 persen, dan yang mengalami inflasi terendah di Sumenep 0,02 persen,” jelasnya dalam paparan BRS Senin (1/3/2021).

Dadang mengatakan dari 11 kelompok pengeluaran, terdapat 8 kelompok yang memberikan andil inflasi di Jatim. Selain itu, terdapat 2 kelompok memberikan andil deflasi dan 1 kelompok tidak memberikan andil inflasi/deflasi atau tidak terjadi perubahan indeks harga yakni kelompok pendidikan.

“Kelompok yang memberikan andil inflasi terbesar adalah transportasi, disusul penyedia makanan dan minuman atau restoran, kelompok makanan dan minuman, tembakau, lalu kelompok perumahan seperti air, listrik dan bahan bakar rumah tangga, kemudian kelompok kesehatan dan rekreasi,” katanya.

Adapun komoditas yang menyumbang inflasi Jatim Februari ini adalah tarif angkutan udara mengalami kenaikan harga 4,76 persen, disusul tarif jalan tol naik 18,77 persen, cabai rawit naik 10,47 persen, ayam bakar 7,53 persen, cabai merah 9,8 persen, es naik 4,22 persen, biaya servis 1,35 persen, siomay 10,63 persen, daging sapi 1,15 persen dan obat dengan resep naik 1,28 persen.

Sementara komoditas yang telah menahan laju inflasi atau disebut deflasi di antaranya seperti emas perhiasan yang mengalami penurunan harga -2,85 persen, daging ayam ras -2,53 persen.

Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan mengatakan naiknya harga cabai rawit ini akibat gagal panen karena faktor curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir dan kondisi pasokan saat ini semakin menipis. “Selain karena curah hujan, juga ada laporan di beberapa sentra cabai mengalami serangan hama dan penyakit,” katanya.

Dia menyebutkan beberapa daerah yang terserang hama dan penyakit pada tanaman cabai rawit itu di antaranya adalah Kediri, Blitar, Malang, Tuban, Mojokerto dan Banyuwangi.