Genjot Produktivitas, Lahan Garam Harus Terintegrasi

Kamis, 13 Februari 2020 16:15 WIB

Penulis:Asih

Petani garam di Pasuruan sedang mengolah lahannya.
Petani garam di Pasuruan sedang mengolah lahannya. undefined

 Produktivitas garam terus ditingkatkan. Pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong agar lahan-lahan garam bisa terintegrasi.

Miftahul Huda, Direktur Direktorat Jasa Kelautan dan juga Muhammad Zaky selaku Kasubdit Pemanfaatan Air Laut dan Bio Farmakologi Direktorat Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan mengatakan Kabupaten Pasuruan memiliki potensi besar untuk meningkatkan produksi garam.

Miftahul meminta agar pemerintah setempat menyediakan 15 hektar tambak garam yang telah terintegrasi. Ketersediaan lahan tersebut tanpa membongkar batas lahan yang ada. Namun diminta menggabungkan beberapa lahan menjadi satu.

Karena integrasi lahan garam ini merupakan salah satu strategi dilakukan untuk menggenjot produktivitas lahan garam rakyat.

“KKP sendiri memasang target produksi garam nasional sebanyak 3 juta ton tahun ini. Termasuk produksi PT Garam yang diestimasi mencapai 500.000 ton," ujar Huda.

Luasan lahan garam milik rakyat yang terintegrasi di kawasan Kabupaten Pasuruan ini, ditargetkan seluas 3.200 hektare (ha).Untuk mencapai target sebanyak 3 juta ton, produksi garam rakyat perlu ditingkatkan setidaknya hingga 200.000 ton atau menjadi 2,5 juta ton pada tahun 2020 ini,” paparnya.

Menurut Huda, perluasan lahan terintegrasi, akan dibarengi dengan bantuan geomembrane dari KKP pada daerah."Program bantuan diharapkan bisa menjadi solusi. Nantinya, lahan garam rakyat yang telah terintegrasi dan mendapatkan bantuan geomembrane pada petani tambak," terang Huda.

Dengan bantuan itu, pihaknya berhatap lahan yang tersedia, bisa menghasilkan hingga 160 ton garam per ha/per tahun, juga cuaca keringnya seperti tahun 2019 lalu. Berikut dengan lama musim kemaraunya.“Prinsipnya di Kabupaten Pasuruan ada peningkatan ekonomi dari sector komoditas garam," katanya.

Dengan begitu, lanjut dia, petambak bisa meningkatkan nilai garam dan berimbas putaran ekonomi yang semakin bagus.