Selasa, 07 November 2023 07:03 WIB
Penulis:ifta

Halojatim.com-
Musim kemarau yang berkepanjangan membuat banyak petani gagal panen, termasuk di Kabupaten Kutai Timur.
Bahkan di tempat ini lebih parah lantaran petani-petani di sana area persawahannya dikelilingi perkebunan besar sawit.
Perkebunan sawit ini juga menjadi tempat hama berkembang.
Terkait kondisi ini Pemerintah Kabupaten Kutai Timur diminta memberikan insentif kepada para petani akibat banyaknya sawah yang gagal panen.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) Faizal Rachman mengusulkan pentingnya insentif bagi para petani sawah.
"Kalau petani itu sudah gagal (panen) dia kan harus mencari uang lagi untuk tanam baru lagi. Sementara modla untuk tanam baru seperti bibit, pupuk, dan lain sebagainya tak terbeli," kata Faizal Rachman, baru-baru ini.
Menurut Faizal, Pemkab Kutim harus memberikan bantuan berupa pupuk, alat pertanian, dan pelatihan kepada para petani sawah. Hal ini untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan mereka.
Faizal juga menjelaskan bahwa petani sawah di Kutim saat ini dikelilingi oleh tanaman sawit. Hal ini sangat mempengaruhi para petani yang bersawah karena di tanaman sawit tersebut adalah tumpukan serangga.
"Makanya hama itu potensi merusak tanaman petani yang ada di sawit," ujarnya.
Lebih lanjut, Faizal mengatakan, pihaknya saat ini masih terus dalam pembenahan dan memastikan kualitas serta struktur tanah para petani sawah agar membaik kedepannya.
"Karena bulan tanam kita ini 'kan di bulan November 2023. Mudah-mudahan di November ini sudah terealisasi sambari menunggu pupuk Nitrobacter itu," pungkas Faizal. (adv)
Tulisan ini telah tayang di ibukotakini.com oleh Is Wahyudi pada 07 Nov 2023
Bagikan