Gagal di All England 2026, tapi PBSI Apresiasi Atlet Muda

Selasa, 10 Maret 2026 12:44 WIB

Penulis:Andri

Editor:Andri

ENG HIAN.jpeg
Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian

JAKARTA I halojatim  -  Pengurus Pusat PBSI melakukan evaluasi terhadap penampilan tim Indonesia di All England 2026.Apalagi, target meraih satu gelar belum tercapai.

 

‘’Hal ini tentu menjadi bahan evaluasi menyeluruh bagi kami, dari sisi strategi pertandingan hingga konsistensi performa di fase-fase krusial,’’ kata Kabid Binpres PP PBSI Eng Hian kepada media PBSI. 

 

 

Evaluasi ini, ungkapnya, akan dilakukan secara komprehensif bersama tim pelatih dan tim pendukung di pelatnas. Tujuannya, lanjut Eng Hian, untuk melihat apa saja yang masih perlu diperbaiki dan ditingkatkan agar ke depan para atlet bisa tampil lebih maksimal dan stabil di turnamen besar. 

 

‘’PBSI juga memahami bahwa harapan masyarakat Indonesia terhadap bulutangkis sangat besar, terlebih di turnamen seperti All England. Untuk itu kami menyampaikan permohonan maaf karena belum dapat memenuhi target yang telah ditetapkan,’’ jelas Didi, sapaan karibnya. 

 

Tak lupa, PBSI, ujarnya, mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungan yang terus diberikan kepada tim bulutangkis Indonesia. Sebagai langkah ke depan, PBSI akan terus berupaya mencari metode pembinaan yang semakin efektif agar potensi para atlet dapat berkembang secara optimal dan mampu bersaing secara konsisten di level tertinggi,” lanjut lelaki yang meraih medali perunggu di Olimpiade Athena 2004 itu saat berpasangan dengan Flandy Limpele tersebut.

 

Dia pun menambahkan, ada sejumlah catatan positif terutama datang dari penampilan pemain-pemain muda yang mampu tampil kompetitif di All England 2026. Perkembangan pemain-pemain muda, ucap Eng Hian,  menunjukkan progres yang cukup menggembirakan. 

 

‘’Mereka mampu tampil kompetitif di turnamen dengan level dan tekanan tinggi seperti All England. Ini menjadi indikator bahwa proses regenerasi berjalan dan para pemain muda mulai mampu bersaing di level tertinggi,” kata Eng Hian.

 

Apresiasi khusus tentu kami berikan kepada Raymond Indra/Joaquin yang berhasil melangkah hingga babak semifinal. Dalam perjalanannya mereka mampu mengalahkan pasangan unggulan kelima dan unggulan ketiga. Bahkan ketika menghadapi pasangan nomor satu dunia sekaligus juara bertahan di semifinal, mereka tetap mampu memberikan perlawanan yang sangat baik. 

 

‘’Penampilan seperti ini menunjukkan bahwa mereka memiliki potensi dan kualitas untuk terus berkembang ke depan,’’ paparnya.

 

Setelah All England, tim Indonesia akan melanjutkan rangkaian turnamen di Eropa dengan mengikuti Swiss Open yang menjadi bagian dari kalender BWF World Tour. Turnamen tersebut diharapkan menjadi kesempatan bagi para atlet untuk kembali menunjukkan performa terbaik sekaligus membawa pulang hasil terbaik bagi Indonesia. (*)